Panduan Perjalanan Tol di Sulawesi: Rute, Tarif, Tips
Sulawesi adalah pulau besar dengan jaringan jalan tol yang masih terbilang terbatas, tetapi posisinya sangat strategis. Berbeda dari Pulau Jawa yang kini memiliki koridor Trans Jawa sepanjang ratusan kilometer, jaringan tol di Sulawesi lahir dari kebutuhan yang lebih spesifik: menghubungkan pusat kota dengan bandara, kawasan industri, dan pelabuhan utama di kawasan timur Indonesia.
Hingga artikel ini disusun, ruas tol yang benar-benar sudah beroperasi dan melayani kendaraan umum di Pulau Sulawesi masih dapat dihitung dengan jari, yaitu Jalan Tol Ujung Pandang di Kota Makassar (Sulawesi Selatan) serta Jalan Tol Manado-Bitung di Sulawesi Utara. Selain keduanya, ada jalan akses tol menuju Makassar New Port yang panjangnya sekitar 3,2 kilometer, serta ruas Kendari-Toronipa di Sulawesi Tenggara yang sudah dibuka namun belum dikenakan tarif. Sementara ruas-ruas lain yang masuk rencana jaringan Trans-Sulawesi masih berada pada tahap perencanaan, pembebasan lahan, atau konstruksi.
Panduan ini merangkum seluruh informasi praktis yang Anda butuhkan sebelum melintas tol di Sulawesi: peta jaringan, rincian tarif per gerbang, tips berkendara khas wilayah ini, sampai gambaran proyek ke depan. Sebelum berangkat, biasakan menghitung biaya lebih dulu lewat kalkulator tarif tol cektol.id agar saldo e-Toll Anda tidak kurang di gerbang keluar.
Peta Jaringan Tol di Pulau Sulawesi
Sampai saat ini, Sulawesi belum memiliki jaringan tol yang saling terhubung antarkota seperti di Jawa. Ruas yang ada berdiri sendiri sebagai koridor lokal dengan fungsi masing-masing. Berikut gambaran ringkasnya:
| Ruas | Provinsi | Panjang | Operator | Status |
|---|---|---|---|---|
| Jalan Tol Ujung Pandang (Seksi I-IV) | Sulawesi Selatan | 21,92 km | PT Makassar Metro Network & PT Jalan Tol Seksi Empat | Beroperasi |
| Jalan Akses Tol Makassar New Port | Sulawesi Selatan | 3,20 km | PT Nusantara Infrastructure | Beroperasi (2024) |
| Jalan Tol Manado-Bitung | Sulawesi Utara | ± 39,9 km | PT Jasamarga Manado Bitung | Beroperasi penuh |
| Jalan Tol Kendari-Toronipa | Sulawesi Tenggara | 14,30 km | Dikelola pemerintah | Dibuka, belum berbayar |
| Jalan Tol Mamminasata (Makassar-Maros-Sungguminasa-Takalar) | Sulawesi Selatan | 48,12 km | Dalam penetapan | Tahap konstruksi/persiapan |
| Jaringan Trans-Sulawesi (Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat) | Multi-provinsi | Belum ditetapkan | Belum ditetapkan | Tahap perencanaan |
Dari tabel di atas terlihat pola yang jelas: tol di Sulawesi dibangun untuk menjawab kebutuhan koridor ekonomi tertentu. Tol Ujung Pandang melayani mobilitas dalam kota Makassar sekaligus akses bandara dan pelabuhan. Tol Manado-Bitung menghubungkan ibu kota provinsi dengan pelabuhan dan kawasan industri. Adapun ruas Kendari-Toronipa dibangun untuk memperlancar pergerakan di daratan Sulawesi Tenggara.
Perlu dicatat, kendaraan roda dua tidak diperbolehkan masuk jalan tol mana pun di Indonesia, termasuk seluruh ruas di Sulawesi. Pengendara motor harus menggunakan jalan arteri paralel. Aturan lain yang berlaku sama di seluruh Indonesia adalah kewajiban menggunakan kartu uang elektronik (e-Toll); tidak ada satu pun gerbang tol di Sulawesi yang melayani pembayaran tunai.
Rincian Tarif Tol Makassar-Ujung Pandang
Jalan Tol Ujung Pandang—yang juga dikenal sebagai Jalan Tol Ir. Sutami—adalah tulang punggung mobilitas Kota Makassar. Ruas ini tercatat sebagai salah satu jalan tol pertama yang beroperasi di luar Pulau Jawa, dengan Seksi I dan II diresmikan pada 1998. Sepanjang perjalanannya, ruas ini berkembang menjadi empat seksi: Seksi I dan II (Pelabuhan Soekarno-Hatta hingga kawasan pusat kota), Seksi III atau Jalan Layang A.P. Pettarani yang diresmikan pada 2021, serta Seksi IV (Tol Ir. Sutami) yang diresmikan pada 2008 dan menghubungkan Simpang Susun Tallo dengan Simpang Lima Mandai dan akses Bandara Sultan Hasanuddin.
Titik pertemuan utama seluruh seksi adalah Simpang Susun Tallo. Dari simpul inilah pengendara dapat beralih antara sisi barat (pelabuhan dan pusat kota) dan sisi timur (kawasan industri Kima, tamalanrea, hingga bandara).
Tarif Rute Penuh dan Ramp Tallo Barat
Tarif tol Makassar dihitung berdasarkan jarak dan dibagi ke dalam lima golongan kendaraan. Angka berikut bersumber dari basis data tarif BPJT dan berlaku sekali jalan satu arah, serta bersifat timbal balik (tarif dari gerbang A ke B sama dengan dari B ke A):
| Ruas / Gerbang | Gol I | Gol II | Gol III | Gol IV | Gol V |
|---|---|---|---|---|---|
| Ujung Pandang Seksi 1, 2 & 3 (rute penuh) | Rp 10.500 | Rp 15.000 | Rp 15.000 | Rp 20.500 | Rp 20.500 |
| Ramp Tallo Barat | Rp 4.500 | Rp 6.500 | Rp 6.500 | Rp 8.500 | Rp 8.500 |
| Jembatan Tallo <-> Mandai | Rp 11.000 | Rp 18.500 | Rp 18.500 | Rp 27.500 | Rp 27.500 |
| Mandai (Biringkanaya) <-> Jembatan Tallo | Rp 11.000 | Rp 18.500 | Rp 18.500 | Rp 27.500 | Rp 27.500 |
| Kima (Bira Timur) <-> Mandai | Rp 6.000 | Rp 9.500 | Rp 9.500 | Rp 14.500 | Rp 14.500 |
| Baddoka (Bira Barat) <-> Jembatan Tallo | Rp 6.000 | Rp 9.500 | Rp 9.500 | Rp 14.500 | Rp 14.500 |
| Kima (Parangloe) <-> Jembatan Tallo | Rp 6.000 | Rp 9.500 | Rp 9.500 | Rp 14.500 | Rp 14.500 |
Pola tarifnya cukup terjangkau untuk ukuran tol dalam kota. Rute penuh Seksi 1, 2, dan 3 menjadi yang tertinggi karena menempuh lintas seksi, dengan Gol I Rp 10.500. Sebaliknya, Ramp Tallo Barat adalah tarif paling murah di ruas ini dengan Gol I Rp 4.500, cocok bagi pengendara yang hanya melintas jarak pendek. Rute menuju Mandai lewat Jembatan Tallo—jalur yang paling sering dipakai menuju bandara—dikenai Gol I Rp 11.000.
Gerbang dan Ramp di Ruas Ini
Selain gerbang di atas, ruas Tol Ujung Pandang memiliki sejumlah gerbang dan ramp lain yang tersebar dari kawasan pelabuhan hingga akses bandara:
| Gerbang Tol / Ramp | Lokasi | Arah Keluar Utama |
|---|---|---|
| GT Cambaya | KM 1,6 (Seksi I & II) | Simpang Susun Tallo, Panakkukang, Gunung Sari |
| GT Kaluku Bodoa | KM 3,7 (Seksi I & II) | Pelabuhan, Simpang Susun Tallo |
| Ramp Tallo Barat | KM 0,1 (Seksi IV) | Parangloe, Tamalanrea, Unhas, Kima, Mandai, Bandara |
| GT Tamalanrea | KM 2,8 (Seksi IV) | Parangloe, Tamalanrea, Unhas, BTP, Kima, Mandai |
| Ramp Bira Timur | KM 4,6 (Seksi IV) | Mandai, Maros, Bandara Sultan Hasanuddin |
| Ramp Bira Barat | KM 5,6 (Seksi IV) | Parangloe, Simpang Susun Tallo |
| GT Parangloe | KM 3,6 (Seksi IV) | Simpang Susun Tallo |
| GT Biringkanaya | KM 9,8 (Seksi IV) | Kima, BTP, Unhas, Simpang Susun Tallo |
| Ramp Tallo Timur | KM 1 (Seksi IV) | Simpang Susun Tallo |
Untuk kombinasi gerbang yang belum tercantum angkanya, misalnya GT Cambaya atau GT Kaluku Bodoa ke gerbang tertentu, kami tidak menampilkan nominal di sini. Silakan cek tarif terkini pada kalkulator tarif tol sesuai gerbang masuk dan keluar Anda, karena tarif dihitung per kombinasi gerbang dan golongan kendaraan.
Rincian lengkap gerbang, sejarah, hingga spot pemandangan di ruas ini bisa Anda baca pada artikel Tarif Tol Makassar-Ujung Pandang.
Rincian Tarif Tol Manado-Bitung
Jalan Tol Manado-Bitung adalah jalan tol pertama di Pulau Sulawesi. Membentang sekitar 39,9 kilometer dari Kota Manado hingga Kota Bitung di Sulawesi Utara, ruas ini menjadi penanda modernisasi konektivitas di ujung utara Indonesia. Sebelum tol hadir, perjalanan Manado-Bitung lewat jalan arteri bisa memakan 1,5 hingga 2 jam karena harus berbagi jalur dengan truk logistik menuju pelabuhan. Kini, waktu tempuhnya turun drastis menjadi sekitar 40 menit dalam kondisi normal.
Ruas ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dan dikelola oleh PT Jasamarga Manado Bitung. Seksi pertamanya, Manado-Airmadidi, dibuka pada 30 September 2020, kemudian disusul seksi Airmadidi-Danowudu dan Danowudu-Bitung hingga operasional penuh pada 2021-2022.
Ruas ini melayani lima gerbang tol: GT Manado (Mapanget), GT Airmadidi, GT SS Kauditan, GT Danowudu, dan GT Bitung. Berikut rincian tarif per pasangan gerbang, sekali jalan satu arah:
| Rute | Gol I | Gol II | Gol III | Gol IV | Gol V |
|---|---|---|---|---|---|
| Manado <-> Bitung (rute penuh) | Rp 49.000 | Rp 74.000 | Rp 74.000 | Rp 98.500 | Rp 98.500 |
| Airmadidi <-> Bitung | Rp 35.500 | Rp 53.500 | Rp 53.500 | Rp 71.000 | Rp 71.000 |
| SS Kauditan <-> Bitung | Rp 24.000 | Rp 36.000 | Rp 36.000 | Rp 47.500 | Rp 47.500 |
| Danowudu <-> Bitung | Rp 16.500 | Rp 25.000 | Rp 25.000 | Rp 33.000 | Rp 33.000 |
Beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, tarif berlaku dua arah, sehingga perjalanan Bitung ke Manado dikenai nominal yang sama dengan Manado ke Bitung. Kedua, untuk Gol III, nominalnya sama dengan Gol II karena kendaraan golongan ini memiliki beban dan dimensi serupa pada ruas pendek. Ketiga, perjalanan pulang-pergi Manado-Bitung untuk Gol I berarti total sekitar Rp 98.000 untuk kedua arahnya.
Untuk kombinasi gerbang di luar tabel—misalnya Manado ke Airmadidi atau Kauditan ke Danowudu—gunakan kalkulator tarif tol agar angkanya akurat. Pembahasan lebih mendalam soal fasilitas, spot foto, dan karakter ruas ini tersedia di artikel Tarif Tol Manado-Bitung.
Ikhtisar Tarif per Golongan untuk Rute Utama
Agar lebih mudah membandingkan, berikut ringkasan tarif sekali jalan untuk rute utama di kedua koridor tol Sulawesi yang sudah beroperasi:
| Golongan | Contoh Kendaraan | Ujung Pandang Seksi 1-3 | Jembatan Tallo <-> Mandai | Manado <-> Bitung |
|---|---|---|---|---|
| Gol I | Mobil pribadi, sedan, pikap, taxi | Rp 10.500 | Rp 11.000 | Rp 49.000 |
| Gol II | Truk roda 2 sumbu | Rp 15.000 | Rp 18.500 | Rp 74.000 |
| Gol III | Truk 3 sumbu, bus | Rp 15.000 | Rp 18.500 | Rp 74.000 |
| Gol IV | Truk 4 sumbu | Rp 20.500 | Rp 27.500 | Rp 98.500 |
| Gol V | Truk 5 sumbu, trailer | Rp 20.500 | Rp 27.500 | Rp 98.500 |
Tabel di atas menunjukkan bahwa tarif tol dalam kota Makassar jauh lebih murah dibanding tol antar kota Manado-Bitung, sepenuhnya karena perbedaan panjang ruas. Golongan kendaraan ditentukan oleh jumlah sumbu dan dimensi kendaraan, jadi pastikan Anda mengetahui golongan kendaraan sebelum menghitung biaya.
Tips Perjalanan Tol di Sulawesi
Kondisi geografis dan iklim Sulawesi membawa tantangan tersendiri yang berbeda dari pengalaman melintas tol di Jawa. Berikut hal-hal yang sebaiknya Anda perhatikan.
1. Antisipasi cuaca tropis yang berubah cepat. Hampir seluruh wilayah Sulawesi memiliki curah hujan tinggi, dengan hujan deras yang bisa datang tiba-tiba meski pagi tampak cerah. Saat hujan, jarak pandang menyusut dan risiko aquaplaning meningkat. Kurangi kecepatan, nyalakan lampu utama, dan jaga jarak aman. Di Tol Ujung Pandang, waspadai genangan serta jalan licin terutama di tikungan layang A.P. Pettarani.
2. Waspadai angin kencang di ruas pesisir. Ruas Manado-Bitung sebagian membentang dekat garis pantai, sehingga hembusan angin samping yang kuat bisa membuat kendaraan ringan terasa oleng, terutama siang hingga sore hari. Pegang setir dengan mantap dan kurangi kecepatan, khususnya saat melintas di segmen terbuka.
3. Perhatikan tanjakan, turunan, dan kabut pagi. Karakter ruas Manado-Bitung yang berbukit menuntut kondisi rem dan ban yang prima. Di segmen perbukitan sekitar Kauditan, kabut tipis kerap muncul pada pagi hari. Turunkan kecepatan dan nyalakan lampu senja agar kendaraan Anda lebih terlihat. Gunakan gigi rendah saat menuruni tanjakan panjang untuk mengurangi beban rem.
4. Jangan bergantung pada rest area besar. Tol Ujung Pandang adalah ruas dalam kota yang pendek dan tidak memiliki rest area khusus, sehingga Anda perlu memanfaatkan fasilitas di sekitar gerbang seperti kawasan Panakkukang yang penuh mal, rumah makan, dan SPBU. Tol Manado-Bitung juga pendek (± 39,9 km) dan jumlah tempat istirahatnya terbatas; minimarket 24 jam belum tentu tersedia di setiap titik, jadi siapkan bekal secukupnya.
5. Pastikan ketersediaan bahan bakar sebelum masuk. Karena jarak antargerbang relatif dekat tetapi fasilitas di dalam ruas minim, isi bahan bakar di kota sebelum masuk tol. Di Makassar, SPBU mudah ditemukan di sekitar Simpang Susun Tallo, Panakkukang, dan Mandai. Di Manado, isi penuh di kawasan Mapanget sebelum masuk GT Manado. Untuk kendaraan listrik, SPKLU di dalam ruas tol Sulawesi masih sangat terbatas; sebaiknya isi daya di pusat kota sebelum bertolak dan rencanakan titik pengisian di kota tujuan.
6. Siapkan saldo e-Toll dengan margin. Seluruh gerbang tol di Sulawesi menerapkan pembayaran elektronik penuh tanpa opsi tunai. Kartu uang elektronik seperti Mandiri e-money, BNI TapCash, BRI Brizzi, dan BCA Flazz umumnya diterima. Isi saldo dengan nilai lebih—misalnya Rp 100.000 atau lebih—untuk mengantisipasi perjalanan pulang dan tarif kendaraan golongan lebih besar. Saldo berlebih tidak hilang. Cara mengisi ulang dengan hemat dijelaskan di panduan e-Toll.
7. Jaga jarak dengan kendaraan berat. Kedua ruas di Sulawesi banyak dilalui truk logistik menuju pelabuhan. Hindari berada di titik buta truk dan jangan memotong terlalu dekat di depan kendaraan besar, terutama saat turunan dan tikungan.
8. Pahami simpul pertemuan sebelum mendekat. Di Makassar, Simpang Susun Tallo adalah titik rawan karena banyak lajur bertemu. Di sana juga banyak kendaraan berpindah lajur mendadak. Pahami arah tujuan sejak awal dan pindah lajur lebih awal agar tidak tergesa-gesa di dekat percabangan. Jangan pernah berhenti di bahu jalan untuk apa pun selain keadaan darurat.
9. Hitung waktu tempuh dengan realistis. Karena tarif dan waktu berkendara berbeda antara tol dalam kota dan tol antar kota, hitung perkiraan waktu dengan mempertimbangkan volume lalu lintas jam sibuk serta kemungkinan hujan di tengah perjalanan.
Proyek dan Rencana Pengembangan Tol Sulawesi
Jaringan tol di Sulawesi masih jauh dari kata lengkap. Rencana besarnya adalah jalan tol Trans-Sulawesi, sebuah jaringan yang digagas untuk menghubungkan seluruh provinsi di pulau ini, mulai dari Sulawesi Utara di ujung utara hingga Sulawesi Tenggara di ujung tenggara. Namun, sebagian besar ruasnya masih berstatus rencana dan belum memiliki penetapan operator maupun jadwal operasional yang pasti.
Beberapa proyek yang bisa dikonfirmasi keberadaannya antara lain:
- Jalan Akses Tol Makassar New Port sepanjang 3,20 kilometer, yang menghubungkan pelabuhan lama dengan pelabuhan baru Makassar New Port. Jalan akses ini sudah diresmikan pada 22 Februari 2024 dan menambah kapasitas logistik kawasan pelabuhan Makassar.
- Jalan Tol Mamminasata (Makassar-Maros-Sungguminasa-Takalar) dengan panjang rencana 48,12 kilometer. Ruas ini dirancang untuk memperluas jangkauan tol dari dalam kota Makassar menuju wilayah penyangga di sekitarnya, tetapi sebagian seksinya masih berada pada tahap persiapan dan konstruksi.
- Jalan Tol Kendari-Toronipa di Sulawesi Tenggara sepanjang 14,30 kilometer yang telah dibuka sejak 2023. Ruas ini menarik karena dibuka tanpa pungutan tarif pada tahap awal, sehingga pengendara dapat melewatinya tanpa biaya meski statusnya sebagai jalan tol.
Sementara itu, untuk wilayah Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat, belum ada ruas tol berbayar yang beroperasi. Pengembangan lanjutan ruas-ruas Trans-Sulawesi sangat bergantung pada ketersediaan pembiayaan dan penyelesaian pembebasan lahan, dua faktor yang selama ini menjadi kendala utama percepatan pembangunan tol di luar Jawa. Karena itu, setiap rencana ruas baru sebaiknya disikapi secara hati-hati: selama belum ada peresmian resmi dari pemerintah, jangan menganggapnya sebagai rute yang bisa dilalui.
Kesimpulan praktisnya sederhana: saat ini perjalanan antarkota di Sulawesi—misalnya Makassar ke Palu atau Manado ke Gorontalo—tetap harus menggunakan jalan nasional dan jalan arteri, bukan jalan tol. Jalan tol hanya relevan untuk koridor lokal yang sudah beroperasi seperti dua ruas yang dibahas di atas.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Tol di Sulawesi
Ada berapa ruas tol yang sudah beroperasi di Pulau Sulawesi?
Secara praktis ada dua koridor berbayar utama: Jalan Tol Ujung Pandang di Makassar (21,92 km) dan Jalan Tol Manado-Bitung (sekitar 39,9 km). Selain itu ada jalan akses Tol Makassar New Port (3,20 km) dan Jalan Tol Kendari-Toronipa (14,30 km) yang telah dibuka tanpa tarif pada tahap awal. Ruas Trans-Sulawesi lainnya masih dalam tahap rencana atau konstruksi.
Berapa tarif tol Manado-Bitung untuk mobil pribadi?
Untuk kendaraan Golongan I, rute penuh Manado ke Bitung adalah Rp 49.000 sekali jalan. Tarif berlaku dua arah, sehingga Bitung ke Manado juga Rp 49.000. Rute lebih pendek seperti Danowudu ke Bitung hanya Rp 16.500 untuk Gol I. Gunakan kalkulator tarif tol untuk memeriksa kombinasi gerbang Anda.
Berapa tarif tol di Makassar untuk mobil pribadi?
Untuk Golongan I, rute penuh Ujung Pandang Seksi 1, 2, dan 3 dikenai Rp 10.500, rute Jembatan Tallo ke Mandai Rp 11.000, sedangkan rute pendek di Ramp Tallo Barat hanya Rp 4.500. Tarif antar gerbang bersifat timbal balik.
Apakah sepeda motor boleh masuk jalan tol di Sulawesi?
Tidak. Seluruh jalan tol di Indonesia, termasuk di Sulawesi, hanya diperuntukkan bagi kendaraan bermotor roda empat atau lebih (Golongan I sampai V). Pengendara sepeda motor harus menggunakan jalan arteri paralel.
Apakah bisa membayar tarif tol Sulawesi dengan uang tunai?
Tidak bisa. Seluruh gerbang tol di Sulawesi menerapkan pembayaran elektronik penuh. Anda wajib menggunakan kartu uang elektronik seperti Mandiri e-money, BNI TapCash, BRI Brizzi, atau BCA Flazz dengan saldo yang cukup.
Apakah ada rest area di tol Sulawesi?
Tol Ujung Pandang merupakan ruas dalam kota yang pendek dan tidak memiliki rest area khusus; fasilitas tersedia di kawasan sekitar gerbang seperti Panakkukang dan Tallo. Tol Manado-Bitung memiliki beberapa titik istirahat dengan toilet, musala, SPBU, dan warung makan, tetapi jumlahnya terbatas dan minimarket 24 jam belum tentu tersedia.
Kapan jalan tol pertama di Sulawesi dibuka?
Seksi I dan II Jalan Tol Ujung Pandang di Makassar diresmikan pada 1998, menjadikannya salah satu tol pertama di luar Pulau Jawa. Adapun tol pertama yang dibangun sebagai proyek besar di Sulawesi adalah Manado-Bitung, yang seksi pertamanya (Manado-Airmadidi) dibuka pada 30 September 2020.
Apakah tarif tol di Sulawesi bisa berubah?
Ya. Tarif jalan tol di seluruh Indonesia mengikuti ketetapan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan dievaluasi secara berkala—umumnya setiap dua tahun—serta dapat disesuaikan dengan kondisi ekonomi dan inflasi. Karena itu, selalu periksa angka terbaru sebelum berangkat.
Kesimpulan
Jaringan tol di Pulau Sulawesi memang belum seluas di Jawa, tetapi dua koridor utamanya—Tol Ujung Pandang di Makassar dan Tol Manado-Bitung—sudah berperan besar dalam mempercepat mobilitas warga, logistik, dan akses wisata. Tol Ujung Pandang melayani kebutuhan dalam kota sekaligus akses Bandara Sultan Hasanuddin dan Pelabuhan Soekarno-Hatta dengan tarif mulai Rp 4.500. Sementara Tol Manado-Bitung memangkas waktu tempuh Manado-Bitung dari 1,5-2 jam menjadi sekitar 40 menit dengan tarif Gol I Rp 49.000.
Sebelum bertolak, pastikan Anda menghitung biaya sesuai gerbang dan golongan kendaraan lewat kalkulator tarif tol, menyiapkan saldo e-Toll dengan margin, serta memeriksa kondisi rem, ban, dan bahan bakar. Waspadai hujan tropis, angin pesisir, dan kabut pagi yang menjadi ciri khas berkendara di pulau ini.
Disclaimer: Seluruh angka tarif dalam artikel ini bersumber dari basis data tarif BPJT dan berlaku pada periode penetapan terakhir. Tarif dapat berubah sewaktu-waktu sesuai hasil evaluasi BPJT. Untuk kepastian nilai terkini, selalu gunakan kalkulator tarif tol kami atau periksa pengumuman resmi operator. Selamat berkendara dan nikmati perjalanan Anda di Sulawesi!



