Kabar besar datang dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR RI, Rabu 9 September 2026, kementerian yang berwenang dalam tata kelola jalan tol ini secara terbuka menyatakan tengah menyiapkan sepuluh proyek jalan tol dengan skema unsolicited (prakarsa badan usaha) yang direncanakan ditawarkan kepada para investor pada 2027. Pernyataan itu disampaikan langsung oleh pejabat Kementerian PU, Dedy Gunawan, dan disiarkan secara langsung oleh TV Parlemen, sehingga menjadi perhatian luas pelaku industri konstruksi, perbankan, dan pengguna jalan tol di seluruh Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Dedy Gunawan menegaskan besarnya minat investor terhadap proyek tol tanah air. “Untuk unsolicited, ini cukup banyak, sampai hari ini ada 10, artinya menggambarkan bahwa tol masih cukup lukratif dan masih cukup menarik untuk investor,” ungkapnya. Kalimat itu bukan sekadar laporan administrasi, melainkan sinyal kuat bahwa di tengah keterbatasan anggaran negara, pemerintah tetap mengandalkan keterlibatan swasta untuk membangun jaringan jalan tol yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Artikel ini akan mengupas tuntas apa itu skema unsolicited, daftar sepuluh ruas yang disiapkan beserta tahapannya, mengapa jalan tol tetap menarik bagi investor, dampaknya bagi pengguna jalan, serta panduan praktis bagi Anda yang ingin memantau tarif tol terbaru.
Apa Itu Skema Unsolicited?
Sebelum membahas daftar proyek, penting untuk memahami istilah yang seringkali membingungkan ini. Secara sederhana, skema pembangunan jalan tol di Indonesia dibagi menjadi dua jalur utama: solicited dan unsolicited.
Pada skema solicited atau pelelangan pemerintah, pemerintah yang berinisiatif mengusulkan proyek dan menyiapkan dokumennya terlebih dahulu. Selanjutnya, proyek tersebut dilelang secara terbuka, dan badan usaha yang memenangkan lelang akan menjalankan pengusahaan jalan tol berdasarkan konsesi yang diberikan. Inisiatif di sini datang dari pemerintah sebagai penyelenggara.
Sebaliknya, pada skema unsolicited atau prakarsa badan usaha, inisiatif justru datang dari badan usaha itu sendiri. Sebuah perusahaan, konsorsium, atau badan usaha milik negara dapat mengajukan usulan pembangunan suatu ruas jalan tol kepada Menteri Pekerjaan Umum. Usulan ini biasanya berdasarkan kajian bahwa ruas tersebut layak secara ekonomi dan finansial, namun belum masuk dalam rencana strategis pemerintah.
Dasar hukum skema ini cukup jelas. Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan Tol beserta peraturan pelaksananya, termasuk Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol, memberikan ruang bagi badan usaha untuk memprakarsai pengusahaan jalan tol. Melengkapi itu, Perpres Nomor 38 Tahun 2015 tentang Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dalam Penyediaan Infrastruktur menjadi landasan bagi keterlibatan swasta dalam pembangunan infrastruktur. Ketentuan teknisnya kemudian diatur lebih lanjut melalui peraturan menteri, antara lain Permen PU Nomor 23 Tahun 2021 yang berdasar pada tata cara penetapan pengusahaan jalan tol atas prakarsa badan usaha.
Keuntungan utama skema unsolicited bagi pemerintah adalah penghematan belanja negara, karena gagasan, kajian, dan sebagian biaya persiapan ditanggung oleh badan usaha pemrakarsa. Sementara bagi badan usaha, menjadi pemrakarsa memberikan posisi strategis karena memiliki keunggulan informasi dan hak untuk mengembangkan proyek tersebut, meskipun tetap harus melalui proses pengadaan yang adil.
Daftar dan Tahapan 10 Proyek Tol Unsolicited
Kementerian PU menegaskan bahwa kesepuluh proyek tersebut berada dalam tahap persiapan yang berbeda-beda. Sebagian masih dalam proses pemutakhiran studi kelayakan (feasibility study), sebagian lainnya telah masuk tahap basic design dan perizinan, dan beberapa lagi tengah didampingi menuju tahap financial close. Berikut rincian ruas dan tahapan yang diinformasikan dalam RDP:
| Ruas / Proyek Konektivitas | Tahapan Persiapan | Catatan Strategis |
|---|---|---|
| Semarang Harbour Toll Road | Pemutakhiran feasibility study | Terkait rencana Giant Sea Wall, menunjang kawasan pelabuhan |
| Caringin–Cisarua | Finalisasi basic design | Menghubungkan kawasan Bogor dan Puncak |
| Pejagan–Cilacap | Basic design + perizinan, target 2027 | Menunjang konektivitas jalur selatan Jawa Tengah |
| Bitung–Serpong | Basic design selesai, pendampingan perizinan 2027 | Menunjang akses kawasan barat Jakarta |
| Jatimulya–Bandara Soekarno-Hatta | Finalisasi basic design | Terhubung jaringan tol Lebak Bulus–Cilandak, akses bandara |
| Cikunir–Karawaci | Baru masuk daftar, pendampingan feasibility study + basic design | Menambah opsi rute lingkar barat Jakarta |
| Tomang–Pluit | Baru masuk daftar, pendampingan feasibility study + basic design | Konektivitas dalam kota Jakarta |
Perlu dicatat bahwa daftar di atas mencerminkan informasi yang disampaikan dalam RDP, dan tahapannya masih bisa mengalami penyesuaian seiring proses administrasi dan kajian. Yang jelas, pemerintah tidak berhenti pada daftar tunggal. Dua ruas terakhir, Cikunir–Karawaci dan Tomang–Pluit, bahkan baru saja masuk dalam daftar pada pekan sebelum RDP, menunjukkan bahwa kementerian terus membuka ruang bagi usulan badan usaha baru.
Selain proyek yang dirinci di atas, masih ada beberapa ruas lain yang turut digarap namun tidak dirinci lengkap dalam pernyataan tersebut. Berikut ringkasan tahapan secara keseluruhan agar lebih mudah dipahami:
| Kelompok Tahapan | Jumlah Estimasi Ruas | Fokus Pekerjaan |
|---|---|---|
| Pemutakhiran feasibility study | Beberapa ruas | Peremajaan kajian kelayakan dan prarencana |
| Basic design + perizinan | Beberapa ruas | Perancangan awal dan penyiapan izin |
| Pendampingan menuju financial close | Beberapa ruas | Penuntasan kesepakatan pembiayaan konsesi |
Kehadiran ruas-ruas baru seperti Caringin–Cisarua yang menyasar kawasan wisata Puncak dan Jatimulya–Bandara Soekarno-Hatta yang menunjang akses bandara memperlihatkan bahwa pengembangan jalan tol tidak hanya berorientasi antar kota besar, melainkan juga menghubungkan simpul aktivitas ekonomi, pariwisata, dan logistik.
Mengapa Jalan Tol Masih Menarik bagi Investor
Pernyataan Dedy Gunawan bahwa jalan tol “masih cukup lukratif dan masih cukup menarik untuk investor” bukanlah retorika belaka. Ada sejumlah alasan struktural mengapa sektor jalan tol terus menjadi magnet bagi modal swasta, baik domestik maupun asing.
Pertama, jalan tol menawarkan kepastian pengembalian investasi. Berbeda dengan banyak proyek infrastruktur lain yang mengandalkan subsidi, jalan tol memiliki sumber pendapatan yang langsung berasal dari pengguna, yaitu tarif tol. Adanya konsumen yang jelas dan volume lalu lintas yang dapat diprediksi membuat arus kas (cash flow) jangka panjang proyek tergolong stabil.
Kedua, peran Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) yang berada di bawah Kementerian PU. BPJT berfungsi memastikan kepatuhan badan usaha dan memberikan kepastian regulasi, termasuk skema evaluasi dan penyesuaian tarif agar tetap menarik bagi investor sekaligus terjangkau bagi pengguna. Mekanisme ini menjembatani kepentingan dua pihak yang kerap dianggap bertolak belakang.
Ketiga, dalam skema unsolicited, badan usaha yang mengajukan usulan juga biasanya lebih yakin karena telah melakukan kajian mendalam sendiri. Mereka tahu potensi demand dan risiko dari ruas yang diusulkan, sehingga kesediaan mengambil risiko menjadi lebih masuk akal secara komersial.
Kombinasi kepastian pendapatan, dukungan regulator, dan inisiatif berbasis kajian sendiri inilah yang membuat minat swasta tetap tinggi meskipun pemerintah menghadapi keterbatasan anggaran. Berbagai kajian juga mencatat bahwa kebutuhan pembiayaan infrastruktur jalan di Indonesia sangat besar, sehingga keterlibatan swasta menjadi keniscayaan untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi. Anda dapat membaca lebih lanjut tentang bagaimana investasi swasta mengalir di sektor ini pada artikel kami tentang pembiayaan jalan tol dan investasi swasta serta prospek investasi asing di jalan tol 2026.
Dampak bagi Pengguna Jalan
Bagi masyarakat pengguna jalan tol, deretan proyek unsolicited ini membawa sejumlah dampak positif yang perlu disimak.
Konektivitas baru. Setiap ruas yang dibangun akan membuka akses ke kawasan yang sebelumnya belum terlayani jalan bebas hambatan. Ruas Jatimulya–Bandara Soekarno-Hatta misalnya, jika terwujud, akan memangkas waktu tempuh menuju bandara dan terhubung dengan jaringan Lebak Bulus–Cilandak. Demikian pula Semarang Harbour Toll Road yang memperkuat konektivitas pelabuhan.
Alternatif rute. Hadirnya ruas seperti Cikunir–Karawaci dan Tomang–Pluit akan memperkaya pilihan rute bagi pengendara yang kerap menghadapi kepadatan, sehingga mengurangi risiko kemacetan dan mempercepat waktu tempuh harian.
Tarif tol. Perlu dicatat bahwa skema unsolicited tidak otomatis berarti tarif menjadi lebih murah atau lebih mahal. Tarif tetap ditentukan berdasarkan perhitungan investasi, biaya pemeliharaan, dan pengembalian modal yang wajar, serta disesuaikan melalui evaluasi berkala sesuai aturan yang berlaku. Yang terpenting, tarif dipatok dalam perjanjian konsesi dan diawasi BPJT, sehingga pengguna mendapat kepastian.
Untuk memperkirakan besaran biaya perjalanan pada jaringan tol yang sedang berkembang, Anda dapat memanfaatkan fitur kalkulator tarif tol yang menyajikan perhitungan praktis berdasarkan rute dan golongan kendaraan.
FAQ Seputar 10 Proyek Tol Unsolicited
Apa yang dimaksud dengan skema unsolicited pada jalan tol? Unsolicited atau prakarsa badan usaha adalah skema di mana inisiatif pembangunan ruas tol diajukan oleh badan usaha (swasta, BUMN, atau konsorsium) kepada pemerintah, bukan oleh pemerintah sendiri. Badan usaha yang mengajukan usulan menjadi pemrakarsa proyek tersebut.
Kapan kesepuluh proyek tol ini resmi ditawarkan kepada investor? Kementerian PU menyampaikan dalam RDP dengan Komisi V DPR pada 9 September 2026 bahwa proyek-proyek ini direncanakan ditawarkan pada tahun 2027. Penawaran tersebut berlangsung setelah tahap persiapan masing-masing ruas tuntas.
Apakah begitu ditawarkan langsung dibangun? Tidak. Penawaran pada 2027 adalah tahap penawaran proyek kepada investor; pembangunan fisik baru dimulai setelah melalui proses persiapan, perizinan, pengadaan tanah, dan kesepakatan pembiayaan (financial close) yang menyeluruh.
Apakah tarif tol akan naik karena proyek-proyek baru ini? Belum tentu. Tarif setiap ruas ditetapkan sesuai perhitungan investasi dan kesepakatan konsesi, serta dikaji BPJT. Bertambahnya ruas tidak otomatis menaikkan tarif ruas yang sudah beroperasi, karena setiap ruas memiliki perhitungan tersendiri.
Ruas mana yang paling siap di antara sepuluh proyek tersebut? Berdasarkan informasi Kementerian PU, beberapa ruas telah mencapai tahap basic design selesai atau finalisasi, seperti Bitung–Serpong, Caringin–Cisarua, Jatimulya–Bandara Soekarno-Hatta, serta Pejagan–Cilacap yang menargetkan proses pada 2027. Sementara Cikunir–Karawaci dan Tomang–Pluit masih sangat awal karena baru masuk daftar.
Apakah skema unsolicited menguntungkan pemerintah dan rakyat? Secara umum ya. Pemerintah dapat menghemat belanja negara karena kajian dan sebagian persiapan ditanggung badan usaha, sementara rakyat mendapat manfaat konektivitas baru tanpa membebani penuh APBN. Namun tetap ada kewajiban pengawasan agar pelaksanaan berjalan adil dan aman.
Kesimpulan
Keputusan Kementerian PU menyiapkan sepuluh proyek jalan tol unsolicited yang akan ditawarkan pada 2027 menegaskan bahwa sektor jalan tol Indonesia masih menjadi primadona investasi di tengah keterbatasan anggaran negara. Skema prakarsa badan usaha ini memungkinkan percepatan pembangunan dengan memanfaatkan modal dan kajian swasta, sementara pemerintah tetap mengawal lewat kerangka hukum yang jelas dan peran BPJT.
Bagi Anda pengguna jalan tol, kabar ini kabar baik. Lebih banyak ruas berarti konektivitas lebih luas, alternatif rute semakin beragam, dan jaringan tol semakin terintegrasi dari dalam kota hingga kawasan logistik, pariwisata, dan bandara. Meski semua masih berproses menuju 2027, pantau terus perkembangannya agar tidak ketinggalan informasi.
Saat melintasi ruas tol baru nanti, pastikan Anda selalu memperkirakan biaya perjalanan dengan benar menggunakan kalkulator tarif tol dari cektol.id, agar perjalanan Anda tetap hemat dan nyaman.
Informasi Terkait
- Progres Pembangunan Jalan Tol Baru 2026 dan Target Beroperasi
- Proyek Tol Baru Jakarta dalam PSN hingga 2026
- Keterlambatan Jalan Tol Baru dan Target Pertumbuhan Ekonomi
Sumber
- beritakini.co.id, “Kementerian PU Tawarkan 10 Proyek Jalan Tol Unsolicited di 2027 Nanti”, Jumat 11 September 2026.
- Kementerian PU (pu.go.id), “Kementerian PU Targetkan 10 Ruas Tol Baru Siap Difungsionalkan Jelang Nataru”.
- BPJT Kementerian PU (bpjt.pu.go.id), “Tujuan dan Manfaat Jalan Tol”.
- Kemenkeu (kpbu.kemenkeu.go.id), “Dasar Hukum Skema KPBU” — Perpres 38/2015.



