Jasa Marga Kebut 5 Proyek Tol Baru, Target Operasi 2026-2027
PT Jasa Marga (Persero) Tbk kembali menjadi sorotan publik setelah membeberkan daftar lima proyek jalan tol baru yang sedang dikebut pengerjaannya. Kabar ini pertama kali mengemuka dalam gelaran Public Expose Live 2026 pada Rabu, 9 September 2026, yang dikutip Kumparan Bisnis dalam artikel berjudul “Jasa Marga Kebut 5 Proyek Tol Baru, Mayoritas Ditarget Beroperasi 2026-2027”. Dari lima proyek tersebut, mayoritas ruasnya ditargetkan mulai melayani pengguna jalan pada rentang 2026 hingga 2027, sementara satu proyek diproyeksikan baru rampung dan beroperasi pada 2028.
Bagi pengguna jalan tol, daftar ini punya arti praktis yang besar. Setiap ruas baru yang beroperasi berarti munculnya alternatif rute, potensi pengurangan kepadatan di jalur eksisting, serta perubahan pola perjalanan antarkota. Bagi kalangan usaha, percepatan operasional sejumlah ruas menandakan geliat investasi infrastruktur yang menyambungkan koridor ekonomi baru di Pulau Jawa.
Artikel ini merangkum kelima proyek tersebut secara berurutan, lengkap dengan panjang ruas, posisi geografis, status pengerjaan terkini, hingga target waktu operasionalnya. Sebagai pembanding biaya perjalanan, Anda bisa memakai kalkulator tarif tol cektol.id untuk estimasi awal sebelum berangkat.
Lima Proyek Tol Baru Jasa Marga yang Dikebut
Menurut pemaparan manajemen dalam konferensi pers daring tersebut, kelima proyek ini tidak digarap sekaligus, melainkan dijalankan secara bertahap sesuai kesiapan lahan, konstruksi, dan pendanaan. Berikut rincian masing-masing.
1. Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan (Japek II Selatan)
Proyek pertama adalah Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, yang saat ini berada pada tahap penyelesaian. Fokus pembangunan fisiknya berada pada segmen Setu hingga Sadang. Begitu rampung, ruas ini akan terintegrasi dengan Tol Purbaleunyi serta jaringan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road 2 (JORR II).
Dari sisi posisi geografis, koridor ini membentang di sisi selatan jalur Jakarta-Cikampek lama, sehingga berpotensi menjadi penyangga bagi lalu lintas jarak jauh yang selama ini menumpuk di ruas utara. Integrasi dengan JORR II membuat kendaraan dari arah selatan dan timur Jakarta bisa masuk ke jaringan tol dalam kota tanpa harus berputar jauh. Statusnya yang sudah masuk tahap akhir pengerjaan menjadikannya salah satu ruas yang paling dinanti, sejalan dengan pembahasan pada laporan progres Tol Japek II Selatan.
2. Jalan Tol Akses Patimban
Proyek kedua adalah Jalan Tol Akses Patimban sepanjang sekitar 14 kilometer. Berbeda dari ruas lain yang sebagian sudah menghitung hari menuju operasi, jalan tol ini masih berada dalam tahap pembangunan. Pembiayaannya menggunakan skema Viability Gap Funding (VGF), yakni dukungan kelayakan finansial dari pemerintah, dan pembangunannya merupakan bagian dari kewajiban yang diemban perseroan.
Secara geografis, ruas ini dirancang menghubungkan kawasan Pelabuhan Patimban di Subang dengan jaringan jalan yang lebih besar. Keberadaannya penting untuk memperlancar arus barang dari kawasan industri di Jawa Barat menuju pelabuhan. Karena itu, meski target operasionalnya baru jatuh pada 2028, proyek ini tetap masuk kategori strategis.
3. Jalan Tol Yogyakarta-Bawen
Proyek ketiga sekaligus yang paling banyak menyita perhatian adalah Jalan Tol Yogyakarta-Bawen. Total panjang tol ini mencapai sekitar 75,12 kilometer dan terbagi ke dalam enam seksi. Perkembangan terbaru terjadi di dua titik.
Pada Seksi 1, ruas Yogyakarta-Banyurejo sepanjang sekitar 8,8 kilometer, pekerjaan lapangan telah memasuki tahap penyelesaian. Perseroan menargetkan proses Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima awal sekaligus perolehan Sertifikat Laik Operasi (SLO) pada akhir September 2026.
Sementara itu, Seksi 6, ruas Ambarawa-Bawen sepanjang kurang lebih 4,98 kilometer, telah memasuki tahap Uji Laik Fungsi Operasi (ULFO). Ruas ini sebelumnya sempat dibuka secara fungsional saat periode Lebaran dan Natal 2025. Jasa Marga menargetkan ruas Ambarawa-Bawen mulai beroperasi pada November 2026. Adapun seksi-seksi lain, mulai Banyurejo-Borobudur, Borobudur-Magelang, Magelang-Temanggung, hingga Temanggung-Ambarawa, masih bergerak di tahap konstruksi. Uraian menyeluruh soal koridor ini dapat dibaca pada artikel Tol Bawen-Yogyakarta menuju operasional.
4. Jalan Tol Yogyakarta-Solo
Proyek keempat adalah Jalan Tol Yogyakarta-Solo, yang pengerjaannya berjalan bertahap per segmen. Salah satu segmen, yakni Kartasura-Prambanan, dilaporkan sudah beroperasi secara komersial. Sementara itu, segmen Purwomartani-Maguwoharjo masih dalam tahap konstruksi, dan segmen Trihanggo-Junction Sleman baru ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.
Keberadaan koridor Yogyakarta-Solo melengkapi jaringan tol di wilayah selatan Jawa Tengah dan DIY. Ketika seluruh segmen tersambung, perjalanan Solo-Yogyakarta lewat tol akan jauh lebih singkat dibandingkan melewati jalur arteri yang padat. Ruas ini juga menjadi penghubung penting menuju koridor Yogyakarta-Bawen di sisi barat.
5. Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Prosiwangi/Probowangi)
Proyek kelima adalah Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi, yang dikenal dengan sebutan Prosiwangi atau Probowangi. Panjang ruas yang menjadi fokus pembangunan mencapai 49,68 kilometer, mencakup bentang Probolinggo hingga Situbondo Barat. Pada proyek ini, Jasa Marga melaporkan bahwa Seksi 3, ruas Paiton-Besuki, telah menuntaskan tahapan uji laik fungsi dan operasi. Persiapan operasionalnya ditargetkan berlangsung pada akhir 2026 atau awal 2027, sementara secara keseluruhan seluruh ruas Probolinggo-Banyuwangi dibidik beroperasi pada kuartal I 2027.
Progres di ruas Gending-Kraksaan dan Kraksaan-Paiton dilaporkan sudah mencapai 100 persen. Tol ini memegang peran besar bagi konektivitas Jawa Timur bagian timur, terutama untuk memperlancar perjalanan menuju kawasan wisata Baluran, Situbondo, hingga Banyuwangi dan penyeberangan ke Bali. Penjelasan lebih detil soal rute dan skema tarifnya tersedia di update Tol Prosiwangi.
Tabel Ringkasan 5 Proyek Tol Baru Jasa Marga
Agar lebih mudah dibandingkan, berikut ringkasan kelima proyek beserta status dan target waktunya.
| Proyek | Ruas Fokus | Panjang | Status | Target Operasi |
|---|---|---|---|---|
| Jakarta-Cikampek II Selatan | Setu-Sadang | Bertahap | Tahap penyelesaian, integrasi Purbaleunyi & JORR II | 2027 |
| Tol Akses Patimban | Menuju Pelabuhan Patimban, Subang | 14 km | Tahap konstruksi (skema VGF) | 2028 |
| Yogyakarta-Bawen | Seksi 1 Yogyakarta-Banyurejo | 8,8 km | Penyelesaian, PHO/SLO akhir September 2026 | Akhir 2026 |
| Yogyakarta-Bawen | Seksi 6 Ambarawa-Bawen | 4,98 km | Uji Laik Fungsi Operasi (ULFO) | November 2026 |
| Yogyakarta-Solo | Purwomartani-Maguwoharjo | Bertahap | Tahap konstruksi | 2027 |
| Yogyakarta-Solo | Trihanggo-Junction Sleman | Bertahap | Tahap konstruksi | 2027 |
| Probolinggo-Banyuwangi | Seksi 3 Paiton-Besuki | 49,68 km (Probolinggo-Situbondo Barat) | ULFO selesai | Akhir 2026-awal 2027 |
Angka panjang pada tabel mengacu pada data yang disampaikan manajemen, sehingga dapat berubah mengikuti hasil pengukuran akhir di lapangan.
Mengapa Percepatan Operasional Tol Ini Penting
Percepatan operasional lima proyek ini bukan semata soal menambah panjang jalan. Ada dua alasan besar di baliknya.
Pertama, soal konektivitas. Setiap ruas baru memperpendek jarak tempuh dan waktu perjalanan antardaerah. Tol Jogja-Bawen dan Jogja-Solo, misalnya, menyambungkan simpul-simpul pariwisata dan pendidikan di DIY dengan kawasan Industri dan pelabuhan di pantai utara Jawa. Sementara Probolinggo-Banyuwangi memperkuat tulang punggung Trans Jawa di ujung timur, memudahkan arus logistik menuju Banyuwangi dan penyeberangan Bali. Di sisi barat, Japek II Selatan dan Akses Patimban berperan menjaga kelancaran arus barang dari kawasan industri Jawa Barat ke pelabuhan.
Kedua, soal perhitungan konsesi dan keuangan. Jalan tol baru mulai menghasilkan pendapatan setelah beroperasi, bukan saat konstruksi. Masa konsesi yang terbatas membuat percepatan jadwal operasional menjadi krusial bagi kesehatan arus kas perseroan. Semakin cepat ruas beroperasi, semakin cepat pula periode pengembalian investasi berjalan. Karena itulah percepatan bukan sekadar target teknis, tetapi juga bagian dari strategi bisnis. Konteks keuangan ini dibahas lebih jauh dalam artikel target pendapatan tol Jasa Marga.
Sebagai gambaran besaran, belanja modal atau capex investasi Jasa Marga hingga akhir 2026 diestimasi mencapai sekitar Rp12 triliun. Per pertengahan 2026, serapan capex dilaporkan baru mencapai Rp4,4 triliun, sehingga sisa penyerapan bergantung pada realisasi proyek di lapangan. Hingga akhir Juni 2026, perseroan memegang 36 konsesi jalan tol dengan total panjang sekitar 1.736 kilometer, dan sebanyak 1.294 kilometer di antaranya telah beroperasi. Porsi itu mewakili kurang lebih 42 persen dari keseluruhan jaringan jalan tol beroperasi di Indonesia.
Pernyataan Manajemen Jasa Marga
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menjelaskan bahwa pada tahun 2026 perseroan memang menggarap lima proyek jalan tol baru. Ia menegaskan pengerjaannya dilakukan secara bertahap, dengan harapan beberapa ruas bisa mulai beroperasi pada 2026. Rivan juga menyoroti sejumlah ruas yang sudah menuntaskan tahap uji laik fungsi, seperti Seksi 3 Paiton-Besuki pada Tol Probolinggo-Banyuwangi, yang persiapan operasionalnya direncanakan pada akhir 2026 atau awal 2027.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan Usaha Jasa Marga, Ari Respati, memaparkan progres tiap proyek. Ia menyebut sekitar 62 kilometer jalan tol yang sebelumnya difungsionalkan saat masa libur akan segera dioperasikan penuh. Ruas tersebut meliputi Tol Probolinggo-Banyuwangi serta koridor Yogyakarta-Solo-Yogyakarta-Bawen. Untuk Tol Probolinggo-Banyuwangi, Ari menegaskan bentang Probolinggo-Situbondo Barat sepanjang 49,68 kilometer telah selesai, dan kini tinggal menyelesaikan tahapan ULFO pada Seksi Paiton-Besuki sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan operasional.
Pernyataan-pernyataan itu menegaskan satu hal: fokus Jasa Marga saat ini bukan membuka proyek baru dari nol, melainkan merampungkan yang sudah berjalan agar segera bisa dioperasikan dan memberi manfaat.
FAQ Seputar 5 Proyek Tol Baru Jasa Marga
1. Ada berapa proyek tol baru yang sedang dikebut Jasa Marga? Lima proyek, yaitu Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Tol Akses Patimban, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, Jalan Tol Yogyakarta-Solo, dan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi.
2. Kapan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 Ambarawa-Bawen beroperasi? Jasa Marga menargetkan ruas Ambarawa-Bawen sepanjang sekitar 4,98 kilometer mulai beroperasi pada November 2026, setelah melalui tahap Uji Laik Fungsi Operasi.
3. Berapa panjang Tol Probolinggo-Banyuwangi dan kapan beroperasi? Ruas yang menjadi fokus pembangunan mencapai 49,68 kilometer, meliputi bentang Probolinggo-Situbondo Barat. Seksi 3 Paiton-Besuki ditargetkan siap operasional pada akhir 2026 atau awal 2027, sedangkan seluruh ruas dibidik beroperasi pada kuartal I 2027.
4. Apakah Tol Akses Patimban sudah beroperasi? Belum. Jalan tol sepanjang sekitar 14 kilometer ini masih dalam tahap pembangunan dengan skema VGF, dan ditargetkan mulai dioperasikan pada 2028.
5. Apa arti ULFO, PHO, dan SLO? ULFO adalah Uji Laik Fungsi Operasi, yaitu pengujian kelayakan sebelum ruas dioperasikan. PHO atau Provisional Hand Over adalah serah terima awal pekerjaan dari kontraktor, sedangkan SLO adalah Sertifikat Laik Operasi yang menandakan ruas dinyatakan layak beroperasi.
6. Di mana saya bisa mengecek tarif tol terbaru? Gunakan fitur cek tarif tol di cektol.id untuk melihat estimasi tarif berbagai ruas, termasuk tol baru yang akan segera beroperasi. Tarif resmi tetap mengacu pada keputusan operator dan regulator.
Kesimpulan
Lima proyek tol baru Jasa Marga menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur jalan bebas hambatan di Jawa masih berjalan agresif. Mayoritas ruas ditargetkan mulai beroperasi pada 2026-2027, dengan Tol Jogja-Bawen Seksi 6 Ambarawa-Bawen sebagai salah satu yang paling dekat, disusul Probolinggo-Banyuwangi dan sejumlah ruas koridor Yogyakarta-Solo. Sementara itu, Tol Akses Patimban baru akan beroperasi pada 2028.
Bagi Anda yang rutin melakukan perjalanan antarkota, memantau jadwal operasional ruas baru penting agar bisa memilih rute dan menghitung biaya dengan lebih akurat. Simulasikan perjalanan Anda lewat kalkulator tarif tol cektol.id, dan pastikan selalu memeriksa cek tarif terbaru sebelum berangkat agar tidak kaget di gerbang tol.
Informasi Terkait
- Progres Tol Japek II Selatan 2026: Target Selesai 2027
- Tol Bawen-Yogyakarta Target Operasional 2026
- Tol Prosiwangi 2026: Rute dan Update Tarif Terbaru
- Jasa Marga Target Pendapatan Tol Tumbuh 2026
Sumber
- Kumparan Bisnis - “Jasa Marga Kebut 5 Proyek Tol Baru, Mayoritas Ditarget Beroperasi 2026-2027” - 9 September 2026 - https://kumparan.com/kumparanbisnis/jasa-marga-kebut-5-proyek-tol-baru-mayoritas-ditarget-beroperasi-2026-2027-289LXHfvxbu
- Kompas.com - “Tol Yogya-Bawen Seksi 6 Segera Beroperasi, Jasa Marga Target November 2026” - 9 September 2026 - https://money.kompas.com/read/2026/09/09/170613626/tol-yogya-bawen-seksi-6-segera-beroperasi-jasa-marga-target-november-2026
- Kontan.co.id - “Alokasikan Capex Rp 12 Triliun, JSMR Memercepat Operasional Proyek Tol” - 10 September 2026 - https://insight.kontan.co.id/news/alokasikan-capex-rp-12-triliun-jsmr-memercepat-operasional-proyek-tol



