Cek Tarif Tol

Pelebaran Jalan Raya Cipayung Dikebut demi Exit Tol 2027

Pelebaran Jalan Raya Cipayung sepanjang 1,4 km dikebut demi Exit Tol Cipayung di ruas Tol Desari Sawangan-Bojonggede yang ditargetkan dibuka pada 2027.

Pelebaran Jalan Raya Cipayung Dikebut demi Exit Tol 2027

Pelebaran Jalan Raya Cipayung Dikebut demi Exit Tol 2027

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mempercepat proyek pelebaran Jalan Raya Cipayung. Langkah ini bukan sekadar perbaikan ruas jalan biasa, melainkan persiapan menyambut pembukaan Exit Tol Cipayung yang akan menjadi pintu keluar-masuk baru di kawasan timur Kota Depok. Seperti dilaporkan BeritaSatu pada 17 September 2026, pekerjaan rekonstruksi dan pelebaran jalan tersebut sudah mulai berjalan dan langsung diiringi penerapan rekayasa lalu lintas berupa sistem buka-tutup. Kabar ini menegaskan satu hal: akses tol yang ditargetkan beroperasi pada 2027 itu mulai memasuki fase penyiapan infrastruktur pendukung.

Wali Kota Depok, Supian Suri, menegaskan bahwa pelebaran Jalan Raya Cipayung merupakan salah satu pekerjaan yang paling dikebut. Menurutnya, ruas jalan ini harus siap menampung lonjakan volume kendaraan begitu gerbang exit tol di kawasan Cipayung dioperasikan. Argumentasinya sederhana namun penting: keberadaan pintu tol baru tidak boleh menjadi sumber titik kemacetan baru, terutama karena arus kendaraan yang melintas akan bertambah signifikan dari kendaraan yang selama ini hanya lewat atau tinggal di kawasan sekitar.

Pada saat yang sama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok, Yodi Joko Bintoro, menjelaskan bahwa pemasangan sheet pile atau dinding penahan tanah menjadi bagian tak terpisahkan dari proyek. Badan jalan akan diperlebar, namun karena posisi ruas berhimpitan dengan aliran kali, struktur penahan tanah harus dibangun lebih dulu agar perluasan badan jalan aman dan tidak memicu longsor maupun ambles.

Artikel ini merangkum apa yang sejauh ini diketahui tentang percepatan pelebaran Jalan Raya Cipayung, kaitannya dengan Exit Tol Cipayung, manfaatnya bagi pengguna jalan, hingga rekayasa lalu lintas yang perlu diantisipasi selama masa konstruksi.


Kemacetan Kawasan Cipayung dan Urgensi Pelebaran

Kawasan Cipayung adalah salah satu simpul pertumbuhan Kota Depok yang paling dinamis, tetapi sekaligus salah satu yang paling terbebani persoalan akses. Di kawasan ini mengalir arus kendaraan dari permukiman padat, kendaraan komuter menuju Jakarta, kendaraan logistik, hingga angkutan umum yang melintas sepanjang hari. Jalan Raya Cipayung menjadi jalur utama yang menampung hampir seluruh arus tersebut.

Kepadatan di ruas ini sudah lama dikeluhkan warga. Pada jam sibuk pagi dan sore, lajur yang tersedia tidak lagi sebanding dengan jumlah kendaraan. Kondisi itu diperparah oleh penyempitan di beberapa titik, terutama di sekitar jembatan, serta oleh aktivitas di tepi jalan. Untuk itulah pelebaran dipandang mendesak, bukan hanya demi kenyamanan harian warga, tetapi juga demi kelancaran saat kendaraan yang datang dari maupun menuju jalan tol bertambah kelak.

Wali Kota Supian Suri mengungkapkan bahwa wilayah Cipayung sebetulnya telah menunjukkan perkembangan ekonomi yang cukup pesat. Namun, persoalan akses menuju kawasan itu menjadi salah satu kendala utama. Pernyataan ini menempatkan pelebaran jalan sebagai prasyarat agar pertumbuhan yang sudah terjadi tidak tertahan oleh kapasitas infrastruktur yang terbatas. Jika jalan menuju kawasan tidak mampu menampung arus, potensi ekonomi kawasan tidak akan berjalan sepenuhnya.

Mengapa Exit Tol Cipayung Sangat Ditunggu

Banyak publik mungkin keliru mengaitkan Exit Tol Cipayung dengan Jalan Tol Cinere–Jagorawi (Cijago). Faktanya, berdasarkan keterangan Pemkot Depok dan pemberitaan Kompas pada 6 Agustus 2026, Exit Tol Cipayung justru menjadi bagian dari lanjutan Jalan Tol Depok–Antasari (Desari) menuju Bogor. Akses keluar-masuk (on/off ramp) ini dibangun pada ruas lanjutan dari Sawangan ke arah Bogor, yang secara resmi disebut pembangunan Tol Sawangan–Bojonggede.

Tol Desari sendiri merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menghubungkan Jakarta Selatan, Kota Depok, hingga Kabupaten Bogor. Saat ini, Seksi I Antasari–Brigif dan Seksi II Brigif–Sawangan telah beroperasi. Pembangunan berlanjut ke Seksi III Sawangan–Bojonggede, kemudian diteruskan ke Seksi IV Bojonggede–Salabenda yang nantinya tersambung dengan jaringan Bogor Outer Ring Road (BORR). Berdasarkan data Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), setelah seluruh ruas hingga Salabenda rampung, panjang Tol Desari akan mencapai sekitar 27,9 kilometer.

Pada ruas lanjutan itu masih tersisa sekitar empat kilometer yang harus diselesaikan. Pihak pengelola tol menargetkan pembangunannya tuntas pada 2027, dan Pemkot Depok berkomitmen mempercepat proses pembebasan lahan agar target tersebut tidak meleset. Dari sinilah Exit Tol Cipayung dirancang sebagai pintu masuk dan keluar kendaraan bagi warga kawasan Cipayung dan sekitarnya. Selama ini, warga yang hendak menggunakan tol Desari harus menempuh akses yang lebih jauh; kehadiran exit tol baru akan memangkas perjalanan menuju jaringan tol.

Yang perlu ditegaskan, Exit Tol Cipayung baru akan benar-benar bermanfaat jika jalan-jalan arteri di sekelilingnya siap menampung kendaraan. Inilah alasan pelebaran Jalan Raya Cipayung, Jalan Garuda, dan Jalan Muhidin ditempatkan sebagai bagian dari paket penyiapan akses, bukan sebagai proyek terpisah.


Rincian Proyek Pelebaran Jalan Raya Cipayung

Berikut rangkuman data teknis dan jadwal proyek berdasarkan keterangan DPUPR Kota Depok yang dilaporkan sejumlah media:

AspekKeteranganStatus/Target
Ruas yang dikerjakanJalan Raya Cipayung, Jembatan Muhidin hingga Jembatan SerongPengerjaan berjalan
Panjang penangananSekitar 1,4 kilometerDalam proses
Lebar jalan akhir9–12 meter (bertambah sekitar 3 meter)Setelah rampung
MetodeBetonisasi badan jalan dan pemasangan sheet pile dinding kaliBertahap
Struktur penahan76 batang sheet pile setinggi 15 meterTahap pemancangan
Mulai rekayasa lalu lintas17 September 2026Aktif
Target rampung8 Desember 2026Sesuai jadwal

Dari sisi pembiayaan, angka yang dilaporkan sejumlah media berbeda tergantung cakupan paket. Detik mengutip nilai kontrak tahap pekerjaan ini sebesar Rp1,7 miliar, sementara JPNN melaporkan alokasi hingga Rp28 miliar untuk paket pelebaran Jalan Raya Cipayung. Perbedaan ini umum terjadi karena satu pemberitaan merujuk pada nilai kontrak satu tahap pekerjaan, sedangkan yang lain merujuk pada alokasi penanganan yang lebih luas. Apa pun angka pastinya, arah kebijakannya jelas: negara dan daerah menempatkan pelebaran jalan ini sebagai prioritas karena menyangkut kelancaran akses tol.

Yodi Joko Bintoro menyebut pekerjaan tahun ini merupakan tahap lanjutan dari penataan Jalan Cipayung–Pitara yang telah dilakukan pada 2025. Dengan kata lain, proyek yang berjalan sekarang bukan pekerjaan tunggal, melainkan kesinambungan dari upaya penataan kawasan yang sudah dimulai sejak setahun sebelumnya. Pelaksanaannya sempat menunggu proses produksi sheet pile yang dibutuhkan, sehingga pemancangan baru bisa dimulai pada pertengahan September 2026.


Manfaat bagi Pengguna Jalan dan Warga Depok Timur

Pertama dan yang paling dirasakan, pelebaran ini menambah kapasitas tampung Jalan Raya Cipayung. Dengan lebar akhir 9–12 meter, jumlah kendaraan yang dapat melintas per satuan waktu akan meningkat, sehingga antrean pada jam sibuk berpotensi berkurang. Efeknya terasa langsung bagi warga yang setiap hari melintas untuk bekerja, mengantar anak sekolah, atau berbelanja ke pusat kota.

Kedua, akses menuju Exit Tol Cipayung akan jauh lebih nyaman. Saat pintu tol beroperasi pada 2027, kendaraan dari kawasan Cipayung tidak lagi harus memutar jauh untuk masuk ke jaringan Tol Desari. Pelebaran memastikan jalur menuju gerbang tol mampu menyerap arus kendaraan yang datang, sekaligus mencegah pemindahan titik macet dari gerbang ke jalan arteri.

Ketiga, dampaknya merembet ke sisi ekonomi. Wali Kota Supian Suri menilai pembangunan akses tol baru akan mempercepat munculnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kota Depok, sekaligus menjadi daya tarik bagi investor. Kawasan timur Depok yang sebelumnya terhambat keterbatasan akses berpotensi berkembang lebih cepat setelah tersambung ke jaringan tol.

Keempat, peningkatan aksesibilitas ini juga membuka peluang bagi warga untuk lebih mudah menjangkau koridor-koridor tol lain. Setelah terhubung, perjalanan menuju Bogor, Bandung, maupun arah selatan Jawa bisa ditempuh melalui rangkaian ruas yang saling menyambung. Bagi yang ingin memperkirakan biaya perjalanan, kalkulator tarif tol dapat membantu menghitung estimasi sebelum perjalanan dimulai.


Dampak Selama Konstruksi: Rekayasa Lalu Lintas dan Imbauan

Karena pekerjaan pemancangan sheet pile menggunakan mesin besar yang memakan sebagian badan jalan, pengendara harus bersiap menghadapi gangguan lalu lintas. DPUPR Kota Depok berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Polres Metro Depok untuk mengatur arus kendaraan selama proyek berlangsung.

Yodi Joko Bintoro menegaskan bahwa jalan tidak ditutup total. Sistem yang diterapkan adalah buka-tutup atau melintas secara bergantian dari kedua arah. “Jalan Raya Cipayung tidak ditutup total. Arus lalu lintas tetap berjalan, namun menggunakan sistem buka-tutup atau melintas secara bergantian dari kedua arah,” ujarnya. Rekayasa berlaku secara bertahap dari titik awal proyek hingga menuju Jembatan Serong, mengikuti pergerakan pemancangan.

Pemerintah Kota Depok meminta masyarakat memaklumi potensi gangguan lalu lintas selama proyek berlangsung, dan pihak DPUPR menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jalan. Bagi warga yang terdampak, ada beberapa langkah praktis yang bisa ditempuh:

  • Atur waktu perjalanan — hindari melintas pada jam sibuk pagi dan sore jika memungkinkan, karena antrean buka-tutup paling terasa saat volume kendaraan tinggi.
  • Cari jalur alternatif — kenali rute paralel di sekitar Cipayung dan Pitara agar bisa berpindah jika kepadatan memanjang.
  • Pantau informasi resmi — ikuti kanal resmi DPUPR Kota Depok dan berita setempat untuk memperbarui jadwal buka-tutup.
  • Bersabar dan jaga jarak — di area kerja, perlambat kendaraan dan patuhi pengatur lalu lintas untuk menghindari kecelakaan.

Perlu dicatat, jadwal buka-tutup bisa berubah mengikuti kondisi lapangan dan progres pekerjaan. Karena itu, informasi terbaru dari kanal resmi tetap menjadi acuan utama sebelum berangkat.


FAQ Seputar Pelebaran Jalan Raya Cipayung dan Exit Tol Cipayung

Apa itu Exit Tol Cipayung?

Exit Tol Cipayung adalah akses keluar-masuk (on/off ramp) yang dibangun di kawasan Cipayung, Kota Depok, sebagai bagian dari lanjutan Jalan Tol Depok–Antasari (Desari) pada ruas Sawangan–Bojonggede hingga Salabenda.

Exit Tol Cipayung bagian dari ruas tol mana?

Bukan bagian Tol Cijago. Berdasarkan keterangan Pemkot Depok, exit ini menyambung pembangunan Tol Desari Seksi III Sawangan–Bojonggede, lalu diteruskan ke Seksi IV Bojonggede–Salabenda yang terhubung dengan Bogor Outer Ring Road (BORR).

Berapa panjang Jalan Raya Cipayung yang dilebarkan?

Proyek membentang sekitar 1,4 kilometer, mulai dari Jembatan Muhidin hingga Jembatan Serong, dan mulai dikerjakan pada 17 September 2026.

Berapa tambahan lebar jalannya?

Setelah rampung, lebar jalan akan bervariasi antara 9 hingga 12 meter, atau bertambah sekitar 3 meter dari kondisi saat ini. Badan jalan diperlebar dengan metode betonisasi, didahului pemasangan sheet pile sebagai dinding penahan tanah.

Kapan pelebaran ditargetkan selesai dan kapan exit tol dibuka?

Pekerjaan pelebaran ditargetkan rampung pada 8 Desember 2026. Adapun Exit Tol Cipayung sendiri ditargetkan beroperasi pada 2027, seiring penyelesaian sisa sekitar empat kilometer ruas lanjutan Tol Desari.

Apakah Jalan Raya Cipayung ditutup total selama pengerjaan?

Tidak. Pemkot Depok menerapkan sistem buka-tutup atau melintas bergantian dari kedua arah, dengan pengaturan oleh Dinas Perhubungan dan Polres Metro Depok.


Kesimpulan

Percepatan pelebaran Jalan Raya Cipayung menandai babak baru dalam penyiapan aksesibilitas kawasan timur Kota Depok. Dengan penanganan sepanjang 1,4 kilometer yang ditargetkan rampung pada 8 Desember 2026, Pemkot Depok berupaya memastikan Exit Tol Cipayung di ruas Tol Desari Sawangan–Bojonggede tidak berubah menjadi titik macet baru ketika dibuka pada 2027. Bagi warga, proyek ini menjanjikan kapasitas jalan yang lebih besar, akses menuju jaringan tol yang lebih dekat, dan peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih terbuka.

Selama masa konstruksi, kesabaran dan kedisiplinan pengendara menjadi kunci. Rencanakan perjalanan lebih matang, pantau informasi resmi, dan manfaatkan alat bantu perencanaan perjalanan. Jika perjalanan Anda akan melewati ruas tol di sekitar Depok–Bogor, cek estimasi biaya terlebih dahulu lewat halaman cek tarif. Untuk memperluas wawasan tentang jaringan tol di koridor ini, simak juga Tarif Tol Jagorawi Jakarta–Bogor–Ciawi 2026 dan Tarif Tol Bocimi Bogor–Ciawi–Sukabumi 2026 yang keduanya menjadi bagian dari jaringan tol di kawasan Bogor dan sekitarnya.

Sumber

Sponsored

← Kembali ke semua artikelCek tarif tol →
Iklan