Pembebasan Lahan Pintu Tol Bandar Selamat Ditarget Rampung
Pemerintah Kota Medan memastikan proses pembebasan lahan untuk kolam retensi di kawasan Pintu Tol Bandar Selamat, Jalan Letda Sudjono, Kecamatan Medan Tembung, ditargetkan rampung pada tahun ini. Kepastian itu muncul setelah Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution meninjau langsung titik banjir di kawasan tersebut pada Selasa, 8 September 2026 sore, seperti diberitakan detikSumut pada hari yang sama dan Sumut Pos pada 9-10 September 2026.
Dalam kunjungan itu, Bobby Nasution tidak datang sendiri. Ia didampingi Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap dan Wakil Ketua DPRD Kota Medan Zulkarnaen S.K.M. Peninjauan dilakukan karena Jalan Letda Sudjono di depan gerbang tol kembali tergenang setelah hujan deras, sebuah masalah yang sudah berlangsung bertahun-tahun dan berulang setiap musim hujan.
Kesimpulan dari pertemuan lapangan tersebut cukup jelas: penanganan banjir di Pintu Tol Bandar Selamat akan dilakukan secara kolaboratif antara Pemerintah Kota Medan, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Pembagian perannya juga disebut gamblang. Pemko Medan menyelesaikan pembebasan lahan, sedangkan pembangunan fisik kolam retensi dan saluran drainase dijadwalkan mulai dikerjakan pada awal 2027. Bagi pengguna jalan tol yang melintasi koridor Belawan-Medan-Tanjung Morawa, kabar ini adalah sinyal perbaikan yang sudah lama ditunggu.
Mengapa Pintu Tol Bandar Selamat Selalu Jadi Sorotan
Gerbang Tol Bandar Selamat bukan gerbang biasa. Ia adalah salah satu dari tujuh gerbang tol di ruas Jalan Tol Belmera, ruas tol pertama di Pulau Sumatera yang menghubungkan Pelabuhan Belawan, pusat Kota Medan, hingga Tanjung Morawa. Posisinya di Jalan Letda Sudjono membuat gerbang ini menjadi pintu keluar-masuk utama bagi warga Medan Tembung, Bandar Selamat, Sidorejo, Bantan, dan kawasan permukiman padat di sekitarnya.
Karena letaknya di tengah kawasan permukiman, gerbang tol ini menanggung beban ganda. Ia melayani kendaraan yang masuk dan keluar tol, sekaligus menjadi persimpangan jalan arteri yang statusnya jalan nasional. Setiap hari, ribuan kendaraan pribadi, angkutan kota, mobil barang, dan sepeda motor yang tidak masuk tol sama-sama memakai badan Jalan Letda Sudjono. Ketika hujan turun deras, air dari saluran drainase sekitar bertemu dengan kepadatan lalu lintas, dan hasilnya adalah genangan yang bisa bertahan berjam-jam.
Masalah ini tidak sederhana karena ada dimensi kewenangan di dalamnya. Sebagian kawasan di sekitar Simpang Titi Sewa ternyata tidak lagi masuk wilayah administratif Kota Medan. Berdasarkan Permendagri Nomor 96 Tahun 2022 tentang batas daerah Kabupaten Deli Serdang dan Kota Medan, ditambah Perda RTRW Kota Medan Nomor 1 Tahun 2022 serta Perda Nomor 3 Tahun 2025, batas kedua daerah bergeser ke Jalan Titi Sewa. Kondisi inilah yang membuat rencana pembebasan lahan sempat tersendat, karena lahan yang awalnya dipilih justru berada di luar yurisdiksi Pemko Medan.
Masalah Banjir dan Kemacetan yang Saling Mengunci
Banjir dan kemacetan di depan Pintu Tol Bandar Selamat bukan dua masalah terpisah. Keduanya saling memperburuk. Saat genangan muncul, kendaraan memperlambat laju, antrean keluar gerbang tol memanjang hingga ke badan jalan tol, dan lalu lintas di Jalan Letda Sudjono tersendat sampai simpang-simpang terdekat. Sebaliknya, kepadatan kendaraan membuat air sulit mengalir karena drainase yang ada sudah tidak memadai dan sebagian tertutup badan jalan.
Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi Kota Medan menyebut kendala utamanya sederhana: tidak ada lahan untuk membangun kolam retensi. Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan Khairul Azmi menjelaskan pada 10 September 2026 bahwa lokasi kolam retensi kini sudah ditemukan dan tinggal dibebaskan oleh Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang. Anggarannya sudah ditampung, dan yang tersisa adalah proses Penetapan Lokasi sebelum pekerjaan dimulai tahun depan.
| Permasalahan | Kondisi Saat Ini | Rencana Penanganan |
|---|---|---|
| Genangan di depan gerbang tol | Muncul setiap hujan deras, bertahan lama karena drainase tidak memadai | Kolam retensi sebagai penampung debit air |
| Lahan kolam retensi | Lokasi sudah ditetapkan, statusnya masih lahan milik warga | Pembebasan lahan oleh Dinas PKPCKTR Kota Medan, ditarget rampung 2026 |
| Aliran air ke sungai | Air tidak punya jalur keluar yang memadai menuju sungai terdekat | Drainase sepanjang sekitar 1,7 km menuju lokasi kolam retensi |
| Kewenangan wilayah | Sebagian lahan awal masuk Kabupaten Deli Serdang | Relokasi titik kolam retensi ke area yang masih wilayah Kota Medan |
| Anggaran | Pembebasan lahan ditampung dalam APBD Kota Medan | Pemprov Sumut siap mengintervensi bila Pemko terkendala |
| Kemacetan | Antrean panjang saat jam sibuk pagi dan sore | Rekayasa lalu lintas dan penutupan akses liar di depan gerbang |
Kronologi yang Perlu Diketahui Pengguna Jalan
Perjalanan penanganan masalah ini cukup panjang, dan memahami kronologinya membantu pengguna jalan mengukur kapan perbaikan benar-benar akan terasa di lapangan.
Pada Februari 2025, DPRD Kota Medan mendesak agar permasalahan di Pintu Tol Bandar Selamat segera diatasi. Dalam rapat itu dibahas rekayasa lalu lintas untuk mengurangi antrean, termasuk rencana mengaktifkan kembali lampu lalu lintas di Jalan Letda Sudjono yang sempat tidak berfungsi.
Pada 3 Juni 2025, Wakil Ketua DPRD Kota Medan Zulkarnaen memimpin rapat di Ruang Badan Musyawarah DPRD Medan. Rapat itu dihadiri Kasatlantas Polrestabes Medan I Made Parwita, Kepala Dinas SDABMBK Medan Gibson Panjaitan, Kepala Dinas PKPCKTR Medan Melvi Marlabayana, perwakilan Dinas Perhubungan Medan, perwakilan Jasa Marga, dan pihak pengembang CitraLand. Hasilnya, akses jalan langsung di depan pintu tol resmi ditutup pada sore hari itu juga. Penutupan dilakukan setelah Balai Besar Jalan Nasional memastikan pembongkaran dua titik median Jalan Letda Sudjono, yaitu di dekat Jalan Padang dan dekat Sekolah Budi Satrya, selesai beserta pembetonannya. Tujuannya menghilangkan aktivitas penyeberangan liar dan pengatur jalan tidak resmi di mulut gerbang.
Namun kebijakan itu tidak langsung mulus. Empat hari kemudian, pada 7 Juni 2025, anggota Komisi IV DPRD Kota Medan Ahmad Afandi Harahap meminta penutupan akses dikaji ulang. Menurutnya, penutupan justru menambah kemacetan, terutama pada jam sibuk pukul 07.00-08.00 WIB dan pukul 17.00-18.00 WIB. Ia mengusulkan penempatan petugas lapangan di persimpangan rawan macet sebagai langkah yang lebih praktis.
Pada 27 Oktober 2025, rapat lanjutan kembali digelar. Muncul perbedaan pendapat antara Kecamatan Medan Tembung dan Dinas PKPCKTR soal batas wilayah lahan calon kolam retensi. Camat Medan Tembung M. Pandapotan Ritonga menilai kawasan sekitar Titi Sewa masih masuk Kota Medan, sementara Dinas PKPCKTR menyatakan sebaliknya berdasarkan peta RTRW dan RDTR.
Pada 3 November 2025, Zulkarnaen meninjau langsung lokasi bersama Asisten Pemerintahan Setdako Medan Muhammad Sofyan, Plt Kepala Dinas SDABMBK Medan Gibson Panjaitan, perwakilan Dinas PKPCKTR Medan Raja Dina, dan Camat Medan Tembung. Dari tinjauan itu terungkap lahan seluas 17 kali 40 meter persegi di Simpang Titi Sewa memang sudah masuk wilayah Kabupaten Deli Serdang. Plt Kepala Dinas SDABMBK Medan saat itu memaparkan tiga opsi alternatif drainase bila pembelian lahan terkendala.
Pada 24 November 2025, rapat finalisasi memutuskan titik kolam retensi dipindahkan ke sisi selatan, di sebelah Sungai Percut, yang masih berada dalam wilayah Kota Medan. Pembebasan lahan pun diminta segera dieksekusi melalui anggaran yang sudah disiapkan pada P-APBD 2025.
Puncaknya terjadi pada September 2026. Setelah Gubernur Sumatera Utara turun langsung ke lokasi, Pemko Medan menyatakan sanggup menganggarkan pembebasan lahan lewat APBD Kota Medan. Gubernur memastikan Pemprov Sumut siap mengambil alih pembiayaan bila Pemko tidak mampu. Semua pihak sepakat pembangunan fisik dimulai awal 2027.
| Akses | Lokasi | Fungsi |
|---|---|---|
| Gerbang Tol Bandar Selamat | Jalan Letda Sudjono, Medan Tembung | Keluar-masuk utama dari Tol Belmera untuk warga Medan tenggara |
| Simpang Titi Sewa | Perbatasan Kota Medan dan Deli Serdang | Titik lahan awal kolam retensi, kemudian direlokasi |
| Sisi selatan Sungai Percut | Masih wilayah Kota Medan | Lokasi final kolam retensi yang akan dibebaskan |
| Drainase U-Ditch | Sepanjang sekitar 1,7 km dari gerbang | Mengalirkan air dari Jalan Letda Sudjono menuju kolam retensi |
| Simpang Jalan Padang | Jalan Letda Sudjono | Titik median yang dibongkar untuk memperlancar arus |
| Simpang Sekolah Budi Satrya | Jalan Letda Sudjono | Titik median kedua yang dibongkar pada 2025 |
Cara Mengakses Gerbang Tol Bandar Selamat
Bagi yang belum familiar, gerbang tol ini bisa dijangkau dari beberapa arah. Dari pusat Kota Medan, ambil Jalan Letda Sudjono ke arah Medan Tembung, lalu ikuti petunjuk menuju gerbang tol. Dari arah Tanjung Morawa, kendaraan keluar dari Tol Belmera di gerbang ini dan langsung tersambung ke jalan arteri menuju Kota Medan.
Dari arah Belawan atau kawasan pelabuhan, pengendara bisa menyusuri Tol Belmera melewati gerbang Mabar, Tanjung Mulia, H. Anif, lalu turun di Bandar Selamat. Sedangkan dari arah Bandara Kualanamu dan Tebing Tinggi, gerbang ini biasanya jadi pilihan keluar bagi yang hendak menuju Medan bagian tenggara tanpa harus memutar lewat Amplas.
Yang perlu dicatat, tarif dari dan ke gerbang ini berbeda tergantung titik masuk dan golongan kendaraan. Untuk memastikan biaya perjalanan tidak salah hitung, gunakan cek tarif sebelum berangkat. Perlu dipahami juga bahwa rekayasa lalu lintas di sekitar gerbang bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi lapangan dan progres pekerjaan drainase.
Ada satu hal praktis yang sering diabaikan: karena gerbang ini terletak persis di kawasan rawan banjir, waktu tempuh pada musim hujan bisa jauh lebih lama dari perhitungan normal. Saat genangan muncul, antrean keluar gerbang bisa merambat sampai ke lajur tol. Jika Anda punya jadwal ketat, pertimbangkan keluar lewat gerbang Amplas atau Tanjung Mulia sebagai alternatif. Rincian rute dan tarif tiap gerbang bisa dilihat di tarif tol Bandar Selamat dan ruas Belmera, sedangkan gambaran rute populer dari Medan ada di rute tol terpopuler dari Medan.
Dampak bagi Pengguna Jalan dan Warga Sekitar
Kabar pembebasan lahan ini punya efek berantai yang cukup luas. Bagi pengguna tol, perbaikan drainase dan kolam retensi berarti risiko terjebak genangan tepat di mulut gerbang bisa berkurang signifikan. Ini bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga keselamatan, karena genangan di area gerbang sering memaksa pengendara mengerem mendadak dan berpindah lajur secara tiba-tiba.
Bagi warga Medan Tembung dan Bandar Selamat, manfaatnya lebih langsung. Banjir di Jalan Letda Sudjono selama ini merendam rumah, mengganggu aktivitas dagang, dan memperlambat akses ke fasilitas umum. Ketika drainase sepanjang hampir dua kilometer dibangun dan kolam retensi beroperasi, air hujan punya tempat penampungan sebelum dialirkan ke sungai.
Bagi pelaku usaha logistik, gerbang ini adalah salah satu titik distribusi penting karena menghubungkan kawasan industri dan pergudangan Medan dengan Pelabuhan Belawan serta jalur Trans Sumatera. Setiap jam tertahan di depan gerbang menambah biaya operasional. Karena itu, penyelesaian masalah banjir dan kemacetan di titik ini berdampak langsung pada efisiensi pengiriman barang.
Yang perlu dijaga adalah ekspektasi. Pekerjaan baru dimulai awal 2027 dan berlangsung bertahap. Artinya, selama masa transisi, pengguna jalan masih akan menemui rekayasa lalu lintas, pekerjaan galian, dan kemungkinan penutupan lajur sementara. Perencanaan perjalanan yang matang, termasuk mengecek tarif dan memantau kondisi terkini, tetap jadi kunci.
Untuk perjalanan rutin, biasakan menghitung ulang biaya setiap kali ada perubahan rute. Anda bisa memakai kalkulator tarif tol yang memudahkan estimasi biaya per golongan kendaraan sekaligus membandingkan beberapa gerbang keluar sebagai alternatif.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah pintu Tol Bandar Selamat akan ditutup permanen? Tidak. Yang pernah ditutup pada Juni 2025 adalah akses jalan langsung di depan mulut gerbang, bukan gerbang tolnya. Gerbang Tol Bandar Selamat tetap beroperasi normal melayani kendaraan masuk dan keluar.
Kapan pembebasan lahan kolam retensi selesai? Pemko Medan menargetkan pembebasan lahan rampung tahun ini. Setelah itu, proses Penetapan Lokasi dilakukan sebelum pekerjaan fisik dimulai.
Kapan pembangunan kolam retensi dan drainase dimulai? Berdasarkan pernyataan Dinas SDABMBK Kota Medan, pekerjaan ditargetkan mulai pada awal 2027 melalui anggaran yang sudah ditampung dalam rencana APBD.
Berapa panjang drainase yang akan dibangun? Sekitar 1,7 kilometer dari Jalan Letda Sudjono di depan Pintu Tol Bandar Selamat hingga lokasi kolam retensi. Pembangunannya melibatkan Pemko Medan dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional untuk bagian tertentu.
Apakah Pemprov Sumut akan mengambil alih bila Pemko Medan tidak sanggup? Gubernur Sumatera Utara menyatakan Pemprov siap mengintervensi dan membangun kolam retensi bila Pemko Medan tidak menganggarkan. Namun Pemko Medan menyatakan sanggup memakai APBD Kota Medan.
Apakah tarif tol berubah karena proyek ini? Tidak ada kaitan langsung. Tarif tol ditentukan berdasarkan evaluasi berkala sesuai ketentuan, bukan karena pekerjaan penanganan banjir. Pastikan Anda selalu mengecek tarif terbaru sebelum perjalanan.
Kesimpulan
Pembebasan lahan untuk kolam retensi di Pintu Tol Bandar Selamat kini berada di jalur yang lebih pasti. Setelah bertahun-tahun tersendat oleh persoalan batas wilayah antara Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, titik lokasi akhirnya dipindahkan ke area yang masih masuk yurisdiksi Pemko Medan. Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution, Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap, dan Wakil Ketua DPRD Kota Medan Zulkarnaen berada pada satu baris yang sama: pembebasan lahan harus tuntas tahun ini, pembangunan fisik mulai awal 2027.
Bagi pengguna jalan, langkah paling bijak adalah memantau perkembangan pekerjaan sekaligus menyiapkan rencana alternatif rute selama masa transisi. Mulai dari memeriksa tarif, memilih gerbang keluar cadangan, hingga mengatur waktu berangkat agar tidak terjebak antrean di jam sibuk. Semua informasi tarif dan rute tol terbaru bisa Anda temukan di cektol.id, mulai dari hitungan biaya perjalanan sampai panduan gerbang tol di seluruh Indonesia.
Sumber
- Sumut Pos, “Tangani Banjir di Jalan Letda Sudjono, Pemko Medan Bakal Bangun Kolam Retensi”, 10 September 2026. Artikel ini melaporkan dukungan Gubernur Sumatera Utara terhadap penanganan banjir di seputar Pintu Tol Bandar Selamat serta kepastian bahwa pembangunan kolam retensi dan drainase akan dimulai awal 2027. URL: https://sumutpos.co/metropolis/10/09/2026/tangani-banjir-di-jalan-letda-sudjono-pemko-medan-bakal-bangun-kolam-retensi/
- detikSumut, “Tinjau Gerbang Tol Bandar Selamat, Gubsu Tawarkan Anggaran ke Pemkot Medan”, 8 September 2026. Laporan ini memuat pernyataan Gubernur Bobby Nasution bahwa Pemprov Sumut siap menganggarkan dan membangun kolam retensi bila Pemko Medan belum mengalokasikan dana, sementara Pemko memutuskan memakai APBD Kota Medan. URL: https://www.detik.com/sumut/berita/d-8654479/tinjau-gerbang-tol-bandar-selamat-gubsu-tawarkan-anggaran-ke-pemkot-medan
- Sumut Pos, “Pembangunan Kolam Retensi dan Pemasangan U-Ditch di Bandar Selamat, Proyek Pengendalian Banjir Dimulai Tahun Depan”, 11 September 2026. Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan menjelaskan lokasi kolam retensi sudah ditemukan, tinggal dibebaskan, dan pekerjaan dijadwalkan pada 2027 dengan skema drainase U-Ditch. URL: https://sumutpos.co/metropolis/11/09/2026/pembangunan-kolam-retensi-dan-pemasangan-u-ditch-di-bandar-selamat-proyek-pengendalian-banjir-di-dimulai-tahun-depan/
- Mimbar Online, “Lokasi Pembebasan Lahan Penanganan Banjir Pintu Tol Bandar Selamat Bukan Wilayah Kota Medan”, 2 November 2025. Mengulas hasil tinjauan lahan calon kolam retensi di Simpang Titi Sewa yang ternyata masuk wilayah Kabupaten Deli Serdang beserta opsi drainase alternatif. URL: https://www.mimbaronline.com/2025/11/lokasi-pembebasan-lahan-penanganan.html
- Kaldera.id, “Akses Langsung dari Pintu Tol Bandar Selamat ke Jalan Letda Sujono Ditutup”, Juni 2025. Melaporkan keputusan rapat DPRD Kota Medan yang menutup akses jalan langsung di depan pintu tol setelah pembongkaran dua titik median Jalan Letda Sudjono. URL: https://kaldera.id/medan/73442/akses-langsung-dari-pintu-tol-bandar-selamat-ke-jalan-letda-sujono-ditutup/



