Tol Terpeka Diperbaiki 16-28 Oktober, Lajur Menyempit
Pengguna Jalan Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung (Terpeka) perlu bersiap menghadapi gangguan perjalanan sepanjang paruh kedua Oktober 2026. PT Hutama Karya (Persero) sedang melakukan rekonstruksi perkerasan di empat titik sekaligus membangun akses baru berupa Exit Tol Mataram Jaya di KM 274, sehingga lajur di beberapa segmen menyempit.
Pekerjaan ini merupakan bagian dari pemeliharaan berkala Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang dikerjakan PT Hakaaston (HKA), anak usaha Hutama Karya di bidang pemeliharaan infrastruktur. Bagi Anda yang merencanakan perjalanan Palembang–Lampung atau sebaliknya dalam dua pekan ke depan, sebaiknya hitung ulang estimasi waktu tempuh lewat kalkulator tarif tol sebelum berangkat.
Jadwal dan Titik Pemeliharaan Tol Terpeka
Rekonstruksi perkerasan kaku (rigid pavement) di Tol Terpeka dijadwalkan berlangsung 16–28 Oktober 2026. Semua titik pekerjaan berada di Jalur A, lajur 1, arah dari Kayu Agung menuju Terbanggi Besar:
| Titik Pekerjaan | Segmen KM | Jenis Pekerjaan | Jadwal |
|---|---|---|---|
| Titik 1 | KM 165+450 – KM 165+460 | Rekonstruksi perkerasan kaku | 16–28 Oktober 2026 |
| Titik 2 | KM 165+615 – KM 165+620 | Rekonstruksi perkerasan kaku | 16–28 Oktober 2026 |
| Titik 3 | KM 172+315 – KM 172+325 | Rekonstruksi perkerasan kaku | 16–28 Oktober 2026 |
| Titik 4 | KM 174+260 – KM 174+270 | Rekonstruksi perkerasan kaku | 16–28 Oktober 2026 |
Empat titik itu memang berjarak pendek satu sama lain, tetapi dampaknya terasa karena lajur 1 ditutup bergantian. Jika Anda melintas pada jam sibuk—terutama pagi hari ketika angkutan barang menuju Lampung ramai—antrean pendek di sekitar KM 165 hingga KM 174 cukup mungkin terjadi.
Selain pekerjaan jalan, Hutama Karya juga membangun barrier gate di KM 281 dan Exit Tol Mataram Jaya di KM 274. Keduanya masih dalam tahap konstruksi, sehingga area sekitar lokasi tersebut menjadi zona kerja aktif dengan alat berat dan pekerja di badan jalan.
Rekayasa Lalu Lintas di KM 282–280
Dampak yang paling terasa bagi pengemudi adalah penyempitan jalur di KM 282 hingga KM 280 untuk arus dari Palembang menuju Lampung. Penyempitan ini berkaitan langsung dengan pembangunan akses Mataram Jaya dan barrier gate, bukan semata-mata pekerjaan perkerasan.
Karena satu lajur hilang di segmen tersebut, beberapa hal berikut perlu diperhatikan:
- Turunkan kecepatan sejak melihat rambu peringatan pertama, bukan setelah berada di depan alat berat.
- Jaga jarak aman minimal 3 detik di area kerja, lebih longgar saat hujan atau malam hari.
- Jangan menyalip di zona penyempitan, karena ruang manuver sangat terbatas dan sering ada kendaraan proyek keluar-masuk.
- Ikuti arahan petugas dan rambu sementara, termasuk batas kecepatan yang diturunkan.
- Siapkan waktu tambahan 10–20 menit untuk segmen Palembang–Lampung selama periode pekerjaan.
Hutama Karya menyatakan telah menyiapkan rambu peringatan, perlengkapan keselamatan kerja, serta petugas pengaturan lalu lintas di seluruh area pekerjaan. Perusahaan juga meminta maaf atas potensi ketidaknyamanan selama pemeliharaan berlangsung.
Exit Tol Mataram Jaya KM 274: Akses Baru ke Lempuing
Pembangunan Exit Tol Mataram Jaya menjadi bagian yang paling dinantikan warga Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan. Gerbang ini akan menjadi akses kedua di OKI setelah Kayu Agung, dan posisinya di KM 274 memangkas jarak tempuh menuju Kecamatan Lempuing yang selama ini harus memutar lewat Kayu Agung.
Bagi warga dan pelaku usaha, kehadiran exit ini berarti distribusi hasil bumi, karet, dan komoditas perkebunan tidak lagi bergantung pada satu gerbang. Waktu tempuh menuju jaringan jalan kabupaten ikut memendek, sementara kendaraan besar mendapat trase akses yang lebarnya disesuaikan.
Berdasarkan pendataan lahan yang dilakukan Pemkab OKI bersama Hutama Karya, trase akses ini menyentuh 121 persil lahan dengan luas sekitar 16 hektare di Kecamatan Mesuji Raya. Sosialisasi pengadaan tanah dan penlok sudah bergulir sejak akhir 2025, dan kini pekerjaan fisik berjalan bertahap. Artinya, exit ini belum bisa digunakan pada Oktober 2026—perkirakan masih perlu waktu hingga konstruksi akses dan gerbang tuntas.
Untuk perencanaan biaya, tarif Tol Terpeka Golongan I rute Terbanggi Besar–Kayu Agung saat ini tercatat Rp255.500, dengan Golongan II dan III Rp383.500 serta Golongan IV dan V Rp511.500. Rincian tiap segmen bisa dibaca di tarif Tol Terpeka 2026.
Ruas JTTS Lain yang Juga Diperbaiki
Pemeliharaan tidak hanya menyentuh Terpeka. Hutama Karya mengerjakan perbaikan di tiga ruas JTTS sekaligus, dan dua di antaranya berada di jalur yang cukup padat:
| Ruas Tol | Titik Pekerjaan | Target Selesai |
|---|---|---|
| Binjai–Langsa | Oprit Jembatan Batang Serangan KM 55+100–KM 55+300 | Akhir November 2026 |
| Binjai–Langsa | Rekonstruksi perkerasan kaku KM 62+900, Jalur A lajur 1 dan 2 | Akhir Oktober 2026 |
| Pekanbaru–Dumai (Permai) | Perkerasan lentur Jalur A lajur 2: KM 91+240–91+625, KM 91+800–92+000, KM 94+793–94+826, KM 101+720–101+740 | Bertahap |
| Terpeka | Empat titik perkerasan kaku Jalur A lajur 1 (KM 165–174) | 28 Oktober 2026 |
Bagi Anda yang melakukan perjalanan jauh lintas Sumatera, pola pekerjaan seperti ini penting dipantau karena satu ruas bisa menambah waktu tempuh keseluruhan. Panduan rute dan estimasi biaya perjalanan Lampung–Palembang sudah dirangkum di itinerary road trip Tol Trans Sumatera, sementara gambaran ruas dan progres JTTS secara menyeluruh ada di Tol Trans Sumatera 2026.
Perlu dicatat, pemeliharaan jalan tol bukan pekerjaan yang bisa ditunda. Perkerasan kaku yang sudah aus atau retak akan mempercepat kerusakan lapisan di bawahnya, dan biaya perbaikannya jauh lebih besar jika dibiarkan. Ulasan mengenai siklus ini bisa Anda baca di kenapa jalan tol sering diperbaiki.
Kesimpulan
Pemeliharaan Tol Terpeka pada 16–28 Oktober 2026 berlangsung di empat titik Jalur A lajur 1 antara KM 165 dan KM 174, bersamaan dengan pembangunan barrier gate KM 281 dan Exit Tol Mataram Jaya KM 274. Dampak paling nyata adalah penyempitan lajur di KM 282–280 untuk arus Palembang menuju Lampung, sehingga pengemudi perlu menurunkan kecepatan, menjaga jarak, dan menambah waktu tempuh.
Jika perjalanan Anda melewati Terpeka dalam periode ini, cek tarif dan estimasi biaya terlebih dahulu melalui halaman cek tarif, lalu sesuaikan jadwal keberangkatan agar tidak terjebak antrean di zona kerja. Exit Mataram Jaya sendiri belum beroperasi—manfaatnya baru akan terasa setelah konstruksi akses dan gerbang selesai.



