Rencana Tol Kertajati–Indramayu, Akses Baru ke Indramayu
Bagi warga Indramayu dan sekitarnya, kabar tentang rencana pembangunan Jalan Tol Kertajati–Indramayu menjadi angin segar bagi peningkatan konektivitas kawasan pantai utara Jawa Barat. Saat ini, untuk bisa mencapai akses jalan tol terdekat dari Kota Indramayu, pengendara harus menempuh perjalanan lebih dari satu jam. Rencana kehadiran ruas tol baru ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh sekaligus membuka akses baru menuju Indramayu yang selama ini dianggap kurang terhubung dengan jaringan tol nasional.
Artikel ini akan mengulas secara lengkap rencana pembangunan Tol Kertajati–Indramayu — mulai dari dasar hukumnya, konteks pentingnya, status rencana saat ini, hingga potensi manfaat yang ditawarkan. Penting untuk digarisbawahi sejak awal: ruas tol ini masih berstatus rencana dan belum beroperasi, sehingga belum ada tarif resmi yang dapat diumumkan. Simak terus sampai akhir untuk gambaran utuhnya.
Yang Direncanakan: Tol Penghubung Kertajati–Indramayu
Informasi terkini mengenai rencana ini bersumber dari laman resmi Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dalam keterangan yang dirilis menyusul Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi V DPR RI ke Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, pada Senin (12 Juni 2023), disampaikan bahwa rencana pembangunan Jalan Tol Kertajati–Indramayu telah masuk dalam Rencana Umum Jaringan Jalan Nasional (RJJN) Tahun 2020–2040.
Keterangan itu disampaikan langsung oleh Sekretaris BPJT, Apri Artoto, yang ikut mendampingi kunjungan tersebut. Rencana panjang tol ini diperkirakan kurang lebih 46 kilometer, dengan indikasi penanganan pada rentang tahun 2025–2029. Kunjungan kerja yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Roberth Rouw tersebut turut dihadiri Kepala BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat, Brawijaya, serta Kepala Bidang Sistem Informasi Layanan Jalan Tol, Ali Rachmadi Nasution.
Berdasarkan Perpres Nomor 87 Tahun 2021, pembangunan Jalan Tol Kertajati–Indramayu termasuk dalam penyediaan dan peningkatan infrastruktur transportasi jalan di Kabupaten Indramayu. Adapun tahun pelaksanaannya direncanakan mulai dari tahap perencanaan pada tahun 2023–2024 dan tahap konstruksi pada tahun 2025–2030. Dalam rencana tersebut, jalan tol ini juga disinggung sebagai kebutuhan embarkasi peserta haji Indramayu serta akses bagi kawasan industri yang ada di sekitarnya.
Mengapa Ruas Ini Penting: Konteks Bandara Kertajati dan Indramayu
Untuk memahami signifikansi rencana Tol Kertajati–Indramayu, kita perlu menilik konteks wilayahnya. Indramayu bukan sekadar kabupaten dengan jumlah penduduk yang besar, tetapi juga merupakan salah satu sentra produksi di pesisir utara Jawa.
Pertama, dari sisi kependudukan. Berbagai kajian dan data kependudukan menunjukkan bahwa Kabupaten Indramayu menempati posisi sebagai salah satu kabupaten berpenduduk padat di Jawa Barat. Target populasi di wilayah ini terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, menjadikannya pasar mobilitas yang besar bagi kebutuhan transportasi darat.
Kedua, dari sisi ekonomi. Indramayu dikenal sebagai sentra udang, garam, ikan, dan komoditas perikanan di Jawa Barat. Wilayah pesisirnya merupakan lumbung bagi produksi udang vaname dan udang windu, garam, bandeng, serta berbagai produk olahan seperti kerupuk udang dan ikan. Produksi perikanan Indramayu disebut-sebut berkontribusi besar terhadap total produksi perikanan Jawa Barat. Kehadiran jalan tol diharapkan mampu memperlancar distribusi komoditas tersebut ke pasar yang lebih luas di dalam maupun luar provinsi.
Ketiga, dari sisi konektivitas bandara. Beberapa kilometer di sisi barat, kawasan Kertajati yang berada di Kabupaten Majalengka menjadi lokasi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Bandara ini dirancang sebagai bandara besar yang melayani wilayah Jawa Barat bagian timur. Meski sempat menghadapi tantangan jumlah penumpang, konektivitas darat menuju bandara tetap menjadi kunci pengembangannya. Rencana tol ini menjadi salah satu dukungan akses yang menghubungkan bandara dengan kawasan Indramayu dan sekitarnya.
Keempat, dari sisi integrasi jaringan tol. Kertajati berada di kawasan yang tersambung dengan Tol Trans Jawa dan Tol Cikopo–Palimanan (Cipali). Keberadaan ruas tol lanjutan menuju Indramayu akan menarik “cabang” dari poros Trans Jawa lebih dalam ke kawasan pesisir utara yang selama ini belum tersentuh jaringan tol.
Berbagai kajian dan target pembangunan tersebut menegaskan bahwa ruas Kertajati–Indramayu bukan sekadar jalan tol pelengkap, melainkan bagian dari upaya memperluas jangkauan jaringan tol nasional ke kawasan yang selama ini tertinggal secara akses.
Status Rencana: Antara RJJN, Kepmen PUPR, dan Waktu Pelaksanaan
Penting bagi pembaca untuk memahami di mana posisi ruas ini dalam perencanaan jalan tol nasional. Saat ini, Tol Kertajati–Indramayu belum beroperasi dan masih berada pada tahap rencana. Berikut poin-poin status rencananya:
- RJJN 2020–2040. Rencana pembangunan ruas ini telah dimuat dalam Rencana Umum Jaringan Jalan Nasional Tahun 2020–2040 sebagai dokumen perencanaan jangka panjang jaringan jalan nasional.
- Kepmen PUPR No. 367/KPTS/M/2023. Ketentuan tersebut diterbitkan pada 17 Maret 2023 dan menjadi dasar penuangan rencana jaringan jalan nasional, termasuk di dalamnya rencana Tol Kertajati–Indramayu.
- Panjang rencana sekitar 46 km. Indikasi penanganan direncanakan pada rentang 2025–2029, sementara Perpres 87/2021 mencatat tahap perencanaan (2023–2024) dan tahap konstruksi (2025–2030).
- Belum ada tarif. Karena masih berstatus rencana dan belum beroperasi, belum ada tarif tol resmi yang ditetapkan untuk ruas ini. Seluruh angka yang beredar saat ini hanyalah indikasi perencanaan.
Yang perlu ditekankan adalah sifat sementara dan kondisional dari rencana ini. Proses pembangunan jalan tol di Indonesia biasanya dimulai dari studi kelayakan, pembebasan lahan, hingga lelang konsesi. Jadwal indikatif seperti 2025–2029 dapat berubah mengikuti kesiapan pembiayaan, lahan, dan dukungan pemangku kepentingan. Karena itu, publik disarankan untuk terus memantau perkembangan resmi dari BPJT dan Kementerian PUPR.
Potensi Manfaat Tol Kertajati–Indramayu
Meski masih berupa rencana, proyeksi manfaat ruas tol ini menjadi alasan kuat mengapa pembangunannya terus didorong. Berikut sejumlah potensi manfaat yang diharapkan hadir:
1. Mobilitas yang lebih cepat dan lancar. Saat ini, mencapai akses tol terdekat dari Indramayu membutuhkan waktu lebih dari satu jam. Dengan hadirnya tol ini, konektivitas langsung ke jaringan tol akan memangkas waktu tempuh secara signifikan bagi kendaraan pribadi maupun kendaraan umum menuju berbagai kota di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
2. Efisiensi logistik. Sebagai sentra perikanan, udang, garam, dan aneka komoditas, Indramayu membutuhkan jalur distribusi yang efisien. Jalan tol akan mempercepat pengiriman hasil bumi dan laut ke pasar, mengurangi biaya logistik, serta menjaga mutu komoditas yang mudah rusak seperti ikan dan udang segar.
3. Dukungan sektor pariwisata dan agro. Pesisir Indramayu memiliki potensi wisata bahari, sementara kawasan pertanian dan agro di sekitarnya dapat berkembang dengan akses yang lebih baik. Tol ini diharapkan menarik lebih banyak wisatawan dan memperkuat rantai nilai produk agro unggulan daerah.
4. Akses pendukung Bandara Kertajati. Dengan menghubungkan bandara ke kawasan Indramayu, ruas ini turut memperkuat aksesibilitas darat Bandara Kertajati, sekaligus mendukung pengembangan kawasan metropolitan Rebana yang mencakup wilayah Jawa Barat bagian timur.
5. Pertumbuhan ekonomi kawasan. Ketersediaan akses tol umumnya menjadi daya tarik investasi. Kawasan industri, permukiman, dan pusat kegiatan di sekitar koridor Kertajati–Indramayu berpotensi tumbuh seiring meningkatnya konektivitas.
Lokasi dan Ruas Terkait
Untuk mempermudah gambaran geografis, berikut tabel titik dan jarak yang berkaitan dengan rencana ruas tol ini:
| Lokasi / Ruas Terkait | Keterangan | Estimasi / Jarak |
|---|---|---|
| Kertajati (Majalengka) | Lokasi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) dan simpang utama akses tol | Titik awal rencana |
| Kota Indramayu | Pusat kabupaten di pesisir utara, tujuan utama ruas tol | Titik akhir rencana |
| Rencana panjang Tol Kertajati–Indramayu | Panjang keseluruhan sesuai indikasi BPJT | ± 46 km |
| Tol Cikopo–Palimanan (Cipali) | Jaringan Trans Jawa yang terhubung di sisi barat koridor | Terhubung via Kertajati |
| Waktu tempuh saat ini ke akses tol terdekat | Dari Kota Indramayu ke akses tol (Kertajati) | Lebih dari 1 jam |
Catatan: angka pada tabel merupakan estimasi perencanaan dan dapat berubah seiring perkembangan studi teknis lebih lanjut.
Pernyataan Pejabat Terkait
Sejumlah pernyataan penting disampaikan pejabat terkait menyusul kunjungan kerja ke Indramayu. Berikut ringkasannya secara parafrase:
- Sekretaris BPJT, Apri Artoto, menyampaikan bahwa rencana pembangunan Jalan Tol Kertajati–Indramayu telah masuk dalam Rencana Umum Jaringan Jalan Nasional Tahun 2020–2040 yang dituangkan dalam Kepmen PUPR No. 367/KPTS/M/2023 per tanggal 17 Maret 2023. Ia menyebut rencana panjang tol ini kurang lebih 46 km dengan indikasi penanganan pada tahun 2025–2029.
- Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Roberth Rouw, menghimbau Kementerian PUPR agar terus fokus dan memperhatikan sarana serta prasarana infrastruktur dalam mendukung peningkatan infrastruktur transportasi jalan melalui rencana pembangunan Tol Kertajati–Indramayu. Ia juga berharap Kementerian PUPR menjalin komunikasi yang aktif dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu terkait rencana pembangunan yang akan dilakukan.
Kedua pernyataan ini menegaskan adanya dukungan lintas lembaga — dari sisi regulator jalan tol (BPJT) maupun pengawasan legislatif (Komisi V DPR RI) — terhadap realisasi ruas tol tersebut.
FAQ Seputar Tol Kertajati–Indramayu
1. Kapan Jalan Tol Kertajati–Indramayu akan dibangun? Berdasarkan indikasi perencanaan, tahap penanganan direncanakan pada rentang 2025–2029, dengan tahap perencanaan (2023–2024) dan tahap konstruksi (2025–2030) mengacu pada Perpres 87/2021. Jadwal ini masih bersifat indikatif dan dapat berubah.
2. Kalau jadi selesai, ruas ini akan tersambung ke mana? Rencananya menghubungkan kawasan Kertajati (Majalengka) dengan Kabupaten Indramayu di pesisir utara. Di sisi Kertajati, ruas ini terhubung dengan jaringan Tol Trans Jawa melalui Tol Cikopo–Palimanan (Cipali), sehingga menjadi cabang akses baru menuju Indramayu.
3. Apakah Tol Kertajati–Indramayu sudah beroperasi? Belum. Ruas ini masih berstatus rencana dan belum beroperasi. Belum ada tarif resmi yang ditetapkan.
4. Berapa panjang rencana tol ini? Sekretaris BPJT menyebut panjang rencana kurang lebih 46 kilometer.
5. Apa manfaatnya bagi warga Indramayu? Manfaat utamanya adalah akses jalan tol yang lebih dekat, mobilitas dan logistik yang lebih efisien untuk komoditas perikanan dan agro, dukungan akses ke Bandara Kertajati, serta potensi pertumbuhan ekonomi kawasan.
6. Di mana bisa memantau perkembangannya? Publik dapat memantau perkembangan resmi melalui situs BPJT (bpjt.pu.go.id) dan kanal komunikasi Kementerian PUPR. Selalu utamakan sumber resmi untuk menghindari informasi yang belum terverifikasi.
Kesimpulan
Rencana pembangunan Jalan Tol Kertajati–Indramayu merupakan kabar baik bagi konektivitas kawasan pesisir utara Jawa, khususnya Kabupaten Indramayu. Dengan panjang rencana 46 km yang telah masuk RJJN 2020–2040 lewat Kepmen PUPR No. 367/KPTS/M/2023, ruas ini diharapkan membuka akses baru menuju Indramayu — menghubungkan bandara, memperlancar logistik perikanan dan agro, serta mendorong pertumbuhan ekonomi.
Namun sekali lagi perlu ditegaskan: ruas ini masih berstatus rencana dan belum beroperasi, sehingga belum ada tarif tol resminya. Seluruh jadwal yang beredar masih bersifat indikatif. Bagi Anda yang sedang merencanakan perjalanan ke kawasan Jawa Barat bagian timur atau ingin memeriksa tarif ruas tol yang sudah beroperasi, gunakan laman Cek Tarif Tol untuk informasi yang akurat dan terbaru. Jangan lupa cek juga artikel-artikel terkait di bawah untuk menambah wawasan perjalanan Anda.
Informasi Terkait
- Tol Cisumdawu 2026: Rute Alternatif Bandung–Cirebon
- Progres Pembangunan Tol Baru 2026: Target Beroperasi
- 10 Ruas Tol Baru untuk Nataru 2026–2027
- Rute Tol ke Destinasi Wisata dari Bandung
Jika Anda ingin membandingkan tarif ruas terdekat atau memeriksa besaran tarif tol yang berlaku saat ini, silakan kunjungi Cek Tarif Tol sebelum berangkat.
Sumber
- BPJT — “Rencana Pembangunan Jalan Tol Kertajati–Indramayu, Dukungan Akses Baru Menuju Indramayu” (bpjt.pu.go.id)
- Kementerian PUPR / Kepmen PUPR No. 367/KPTS/M/2023
- Perpres Nomor 87 Tahun 2021
- Databoks Katadata — data kependudukan Kabupaten Indramayu
- Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Indramayu — produksi perikanan Indramayu
Untuk informasi tarif tol lengkap dan terbaru di seluruh Indonesia, jangan lupa kunjungi Cek Tarif setiap sebelum melakukan perjalanan.



