Tol Gilimanuk-Mengwi Dipangkas 42 Km, Target Tender 2027
Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi di Provinsi Bali memasuki babak baru. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menggelar konsultasi publik penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) untuk ruas Pekutatan–Soka–Mengwi di Gedung Graha Sanjayaning Singasana, Kabupaten Tabanan, pada Kamis, 20 Agustus 2026. Konsultasi ini menjadi salah satu tahapan krusial menuju pelelangan proyek yang sempat dianggap mandek karena minimnya minat investor.
Bagi Anda yang sering bepergian dari Jawa ke Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk, atau berkendara melintasi Tol Bali Mandara, kabar ini patut dicermati. Artikel ini akan mengulas secara lengkap alasan proyek dipangkas dari 96 kilometer menjadi sekitar 42 kilometer, hasil konsultasi publik Amdal, rencana trase dan gerbang tol, hingga target tender 2027.
Lingkup Proyek Dipangkas: dari 96 km Menjadi 42 km
Rencana awal Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi membentang sekitar 96,84 kilometer dan dibangun dalam tiga tahap. Tahap I Gilimanuk–Pekutatan sepanjang 53,6 kilometer, Tahap II Pekutatan–Soka sepanjang 24,3 kilometer, dan Tahap III Soka–Mengwi sepanjang 18,9 kilometer. Sayangnya, proyek tol terpanjang di Pulau Dewata ini kurang dilirik investor.
Karena itu, pada 5 Juni 2026, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU Ni Komang Rasminiati mengumumkan dilakukannya rescoping atau penyesuaian lingkup proyek. Lingkup awal yang membentang dari Gilimanuk hingga Mengwi diubah dan diprioritaskan menjadi ruas Pekutatan–Soka–Mengwi sekitar 42 kilometer. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kelayakan investasi, karena pemangkasan panjang ruas berpotensi menekan kebutuhan belanja modal atau capital expenditure (capex) secara signifikan.
Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan, proyek ini kemungkinan besar dibagi menjadi dua bagian: sebagian tetap dibangun sebagai jalan tol, sedangkan sebagian lainnya dialihkan menjadi jalan nasional yang diperlebar. “Seingat saya dipotong dua karena enggak banyak peminatnya. Jadi yang banyak peminatnya kita tetap tol. Yang sebagian kita jadikan jalan nasional kita lebarkan,” ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI. Studi kelayakan (feasibility study/FS) sendiri telah diperbarui dan direview pada 2025.
Konsultasi Publik Amdal di Tabanan: Warga Minta Kepastian
Konsultasi publik Amdal pada 20 Agustus 2026 dihadiri warga dan tokoh adat dari sejumlah desa terdampak di Kabupaten Tabanan. Suasana pertemuan berlangsung dinamis karena rata-rata masyarakat mendukung pembangunan tol, tetapi pada saat yang sama mendesak kepastian realisasi. Wacana pembangunan tol ini sudah bergulir sejak 2022, sehingga warga khawatir proyek hanya menjadi janji politik yang menghilang setelah momentum tertentu.
Sejumlah masukan penting muncul dalam forum tersebut. I Wayan Agus Suriawan, Perbekel (kepala desa) Antosari, mengoreksi penyebutan nama “Soka” pada ruas Pekutatan–Soka–Mengwi. Menurutnya, lokasi gerbang tol justru berada di wilayah Desa Antosari, tepatnya Banjar Gulingan, sedangkan Soka berjarak sekitar lima kilometer dari desa tersebut. Ia khawatir penamaan Gerbang Tol Soka di wilayah Antosari akan menimbulkan persoalan administrasi di kemudian hari dan meminta jalur melasti serta jaringan irigasi diperhatikan dalam desain.
Senada, I Gusti Putu Muliawan, Bendesa Adat Kesiut, mengingatkan agar pematokan lahan tidak dilakukan sembarangan karena tanah di Bali memiliki nilai adat dan budaya yang sakral (tenget). Ia meminta para bendesa dilibatkan sejak awal. Pemerintah merespons dengan menyatakan bahwa masukan warga, termasuk soal jalur melasti, irigasi, dan adat, akan dimasukkan ke dalam dokumen Amdal dan difasilitasi dalam desain pembangunan. Peserta juga diminta mengisi kuesioner yang menjadi bahan penyempurnaan studi.
Trase, Rencana Gerbang Tol, dan Jadwal Tender
Muhamad Yoga, perwakilan Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur PU, memaparkan bahwa Tahap I pembangunan ruas Pekutatan–Soka–Mengwi tidak mengalami perubahan trase dari rencana awal. Panjangnya sekitar 43,6 kilometer, sementara total rencana jalan tol Gilimanuk–Mengwi secara keseluruhan tetap sekitar 96 kilometer dan akan dibangun secara bertahap. Yang sedang dievaluasi adalah lebar jalan, termasuk pertimbangan perlu atau tidaknya menyediakan jalur khusus sepeda motor seperti pada rancangan sebelumnya.
Untuk tahap pertama, gerbang tol direncanakan berada di kawasan Pekutatan (Kabupaten Jembrana), Antosari (Kabupaten Tabanan), dan Mengwi (Kabupaten Badung). Detail pembangunan akan menyesuaikan hasil review dan penyusunan dokumen teknis.
Adapun jadwalnya, penyusunan Amdal ditargetkan rampung pada 2026. Setelah dokumen Amdal selesai, tahapan berikutnya adalah pengurusan persetujuan lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup, yang menjadi syarat penyiapan dokumen tender. Proses tender ditargetkan terlaksana pada 2027, meski target tersebut masih bergantung pada kelancaran tahapan yang harus dilalui.
Manfaat untuk Perjalanan Jawa–Bali
Jika terealisasi, ruas Pekutatan–Mengwi akan memangkas waktu tempuh dari Pelabuhan Gilimanuk menuju kawasan selatan Bali secara signifikan dibandingkan melalui jalan arteri yang berkelok di pesisir. Ini sekaligus melengkapi konektivitas yang sudah dibangun sejak beroperasinya Tol Bali Mandara, tol pertama di atas laut Indonesia yang menghubungkan Bandara Ngurah Rai dengan kawasan Nusa Dua. Bagi pemudik dan wisatawan, kombinasi tol Banyuwangi–Gilimanuk (via feri) dan rencana tol Gilimanuk–Mengwi kelak akan membuat perjalanan Surabaya ke Bali dengan mobil jauh lebih efisien.
Namun, proyek ini masih berproses dan jadwal dapat berubah mengikuti tahapan administrasi. Sebelum berangkat, pastikan Anda selalu mengecek tarif tol terbaru lewat kalkulator cek tarif tol untuk menghitung biaya perjalanan, termasuk ruas yang sudah beroperasi seperti Tol Bali Mandara. Dengan begitu, anggaran perjalanan tetap terkontrol meski jaringan tol terus bertambah.
Kesimpulan
Tol Gilimanuk–Mengwi resmi diubah lingkupnya dari 96 kilometer menjadi sekitar 42 kilometer (ruas Pekutatan–Soka–Mengwi) untuk meningkatkan minat investor dan menekan biaya. Konsultasi publik Amdal di Tabanan pada 20 Agustus 2026 berjalan dengan masukan kuat dari warga dan tokoh adat, dan pemerintah menargetkan Amdal selesai pada 2026 serta tender pada 2027. Proyek ini tetap menjadi salah satu PSN yang paling dinantikan di Bali, baik untuk mempercepat mobilitas maupun mendukung sektor pariwisata dan logistik. Pantau terus perkembangan terbarunya di Cek Tarif Tol agar tidak ketinggalan informasi saat ruas tersebut akhirnya beroperasi.



