Cek Tarif Tol

Tol Malang-Kepanjen 29,72 Km Jadi PSN, Ini Progresnya

Tol Malang-Kepanjen sepanjang 29,72 km masuk Proyek Strategis Nasional Indonesia. Simak progres desain, jadwal pembangunan 2028, rencana exit, dan manfaatnya.

Tol Malang-Kepanjen 29,72 Km Jadi PSN, Ini Progresnya

Tol Malang-Kepanjen 29,72 Km Jadi PSN, Ini Progresnya

Jalan Tol Malang–Kepanjen kembali menjadi sorotan pada awal September 2026. Ruas sepanjang 29,72 km di Provinsi Jawa Timur ini telah ditetapkan masuk Proyek Strategis Nasional (PSN) dan disiapkan untuk tersambung hingga ke Tulungagung di kawasan Jawa bagian selatan. Pemberitaan terbaru pada 1–3 September 2026 dari TIMES Indonesia, Nusantara News, Radar Malang, serta dprd.jatimprov.go.id menyebutkan bahwa studi kelayakan (feasibility study) dan review basic design ditargetkan rampung pada Desember 2026, dengan pembebasan lahan diproyeksikan mulai 2027 dan konstruksi diharapkan bergulir sekitar tahun 2028.

Bagi Anda yang tinggal di Malang Raya atau kerap beraktivitas ke arah selatan Jawa, proyek ini menarik untuk diikuti karena berpotensi memangkas kemacetan dan membuka kawasan ekonomi baru. Artikel ini merangkum profil proyek, progres terkini, rencana exit tol, serta manfaatnya secara lengkap.

Profil Proyek Tol Malang–Kepanjen

Tol Malang–Kepanjen adalah ruas tol baru di Jawa Timur yang menghubungkan Kota Malang dengan Kepanjen, ibu kota Kabupaten Malang, kemudian disiapkan menerus ke arah selatan hingga Tulungagung. Berdasarkan pemberitaan Radar Jember dan Radar Banyuwangi, ruas ini memiliki panjang sekitar 29,72 km dan menjadi bagian dari upaya mempercepat konektivitas Jalan Lintas Selatan (JLS) alias Pansela di Jawa Timur.

Beberapa fakta kunci proyek yang perlu Anda ketahui:

AspekKeterangan
Panjang ruas± 29,72 km
Wilayah dilewati± 5 kecamatan/kawasan di Kabupaten Malang
StatusProyek Strategis Nasional (PSN)
Sambungan direncanakanHingga Tulungagung (ruas Tulungagung–Kepanjen ± 87 km)
Estimasi investasiSekitar Rp 10 triliun
Target desain & FSRampung Desember 2026
Pembebasan lahanDiproyeksikan mulai 2027
Target konstruksi± 2028, rampung dalam sekitar 5 tahun
Operator potensialBUMN (penggarap)

Ruas ini merupakan kelanjutan dari prioritas pemerintah untuk mengembangkan koridor selatan Jawa yang selama ini belum sepadat koridor utara (Trans Jawa). Keberadaannya diharapkan menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi antara wilayah utara dan selatan, sekaligus memperkuat sektor pertanian, industri, dan wisata pantai selatan. Perbandingan sebaran tol antarpulau juga bisa Anda cermati pada artikel kami tentang total panjang jalan tol Indonesia per pulau.

Progres Terkini: Desain dan Pembebasan Lahan

Pada awal September 2026, publik disuguhkan kabar bahwa studi kelayakan dan review basic design Tol Malang–Kepanjen ditargetkan selesai Desember 2026, sebagaimana dilaporkan TIMES Indonesia (3 September 2026). Tahap ini menjadi penentu utama sebelum proyek masuk ke tahap pembebasan lahan. Menurut Malangtimes dan Disway Malang, pembebasan lahan diproyeksikan mulai 2027, sementara konstruksi atau groundbreaking diperkirakan berlangsung sekitar tahun 2028 dengan target rampung dalam waktu sekitar lima tahun.

Berita lain dari Nusantara News (2 September 2026) menyebutkan adanya sorotan terkait perubahan status proyek sebagai PSN, dan pihak legislatif berkomitmen mengawal kelanjutan proyek agar tidak tertunda. Dukungan ini penting karena pembangunan tol baru kerap terkendala pada tahap perencanaan, pembebasan lahan, dan pendanaan. Bila dibandingkan dengan ruas lain yang pembangunannya lebih awal, Anda bisa membaca ulasan kami tentang 9 tol baru beroperasi 2026 untuk melihat pola pengerjaan dan skema tarif yang dihasilkan.

Menariknya, kabar ini hadir di tengah keseriusan pemerintah menarik investasi asing ke sektor jalan tol nasional, yang nilainya sempat tembus sekitar Rp36 triliun. Hal ini dibahas lebih lanjut dalam artikel kami tentang investasi asing jalan tol Indonesia.

Rencana Exit dan Interchange

Salah satu isu yang paling menyita perhatian dalam beberapa pekan terakhir adalah penentuan titik exit atau interchange Tol Malang–Kepanjen. Sejumlah pemberitaan menunjukkan bahwa jumlah exit yang awalnya direncanakan empat titik berpotensi dikurangi menjadi dua, sebagaimana disorot TIMES Indonesia pada 27 Agustus 2026. Namun, para pemangku kepentingan mendorong agar penentuan exit benar-benar mempertimbangkan dua hal utama:

  1. Pembentukan pusat ekonomi baru. DPRD Jawa Timur (1 September 2026) menekankan bahwa titik exit harus memperhitungkan potensi munculnya kawasan ekonomi dan industri baru, misalnya dekat kawasan pendidikan serta kawasan industri yang sedang disiapkan Pemkab Malang di wilayah selatan.
  2. Dukungan wisata pantai selatan. Radar Malang (1 September 2026) menyebut adanya usulan tambahan interchange di Gondanglegi untuk menopang akses menuju wisata pantai selatan, selaras dengan rencana integrasi antara tol dan JLS (Jalan Lintas Selatan). Usulan ini didukung sejumlah tokoh agar ruas tol benar-benar ikut menggerakkan sektor pariwisata.

Diskusi tentang exit ini serupa dengan pola pengembangan jaringan tol lain yang menyesuaikan kebutuhan kawasan, misalnya penambahan akses atau simpang susun baru seperti yang terjadi pada tol Serpong–Balaraja. Karena titik exit sangat menentukan rute perjalanan Anda nantinya, pemantauan akan keputusan final sangat disarankan.

Manfaat dan Dampak Ekonomi Kawasan

Kehadiran Tol Malang–Kepanjen diproyeksikan memberi dampak luas bagi Jawa bagian selatan. TIMES Indonesia (3 September 2026) menilai ruas ini berpotensi “menghidupkan” perekonomian selatan Jawa yang selama ini cenderung tertinggal dibanding utara. Adapun beberapa manfaat yang kerap disebut:

  • Memangkas kemacetan di Malang Raya, terutama pada jalur menuju Kepanjen dan kawasan selatan yang selama ini menjadi titik kepadatan.
  • Mendorong kawasan industri baru di selatan Kabupaten Malang, sekaligus menjadi pengungkit bagi investor untuk masuk.
  • Menopang pariwisata pantai selatan melalui keterhubungan dengan JLS dan exit Gondanglegi.
  • Membuka koridor ekonomi baru antara Malang, Kepanjen, Tulungagung, dan seterusnya ke arah selatan.

Namun, dampak juga perlu diantisipasi. Pemberitaan Harian Bhirawa mencatat bahwa rencana pembangunan tol telah memicu kenaikan harga tanah di sekitar trase, sehingga pemangku kepentingan diimbau menjaga agar pembebasan lahan tetap adil dan tidak memicu spekulasi berlebihan. Bagi Anda yang berencana berkendara ke kawasan ini setelah tol rampung, jangan lupa menyiapkan estimasi biaya perjalanan. Gunakan kalkulator tarif tol Cek Tarif Tol untuk menghitung perkiraan pengeluaran Anda melintasi berbagai ruas tol secara cepat.

Kesimpulan

Tol Malang–Kepanjen sepanjang 29,72 km yang masuk Proyek Strategis Nasional adalah langkah strategis menghidupkan perekonomian Jawa bagian selatan. Hingga awal September 2026, progresnya berjalan sesuai tahapan dengan target studi kelayakan dan review basic design rampung pada Desember 2026, pembebasan lahan mulai 2027, dan konstruksi sekitar 2028. Isu krusial yang masih digodok adalah penentuan titik exit, termasuk usulan interchange Gondanglegi untuk mendukung wisata selatan dan pembentukan kawasan ekonomi baru.

Bagi warga Malang Raya atau siapa pun yang menanti ruas baru ini, yang paling bijak adalah terus memantau perkembangan resmi dari pemerintah, BPJT, dan operator, serta mempersiapkan diri dengan perencanaan rute dan biaya yang matang. Nantikan pembaruan tarif dan rute dari kami begitu ruas mulai dioperasikan secara fungsional. Untuk saat ini, Anda tetap bisa membandingkan biaya perjalanan pada ruas-ruas yang sudah beroperasi melalui kalkulator tarif tol dan artikel-artikel tarif kami yang lain.

Catatan: Panjang, nilai investasi, jadwal, dan jumlah exit tol dapat berubah mengikuti perkembangan perencanaan dan kebijakan pemerintah serta BPJT. Data di atas dirangkum dari pemberitaan per 1–3 September 2026 dan perlu selalu dikonfirmasi dengan sumber resmi.

Informasi Terkait

Sumber

  • TIMES Indonesia — “Tol Malang-Kepanjen Diharap Lebih Hidupkan Jawa Bagian Selatan”, 3 September 2026.
  • TIMES Indonesia — “FS dan Review Basic Design Tol Malang-Kepanjen Ditarget Rampung Desember 2026”, 3 September 2026.
  • Nusantara News — “Soroti Perubahan Proyek Strategis Nasional, Dewanti Rumpoko Kawal Kelanjutan Tol Malang-Kepanjen”, 2 September 2026.
  • Radar Malang — “Tol Malang-Kepanjen Tambah Interchange di Gondanglegi untuk Topang Wisata Pantai Selatan”, 1 September 2026.
  • dprd.jatimprov.go.id — “Penentuan Titik Exit Tol Malang-Kepanjen Bakal Pertimbangkan Pembentukan Pusat Ekonomi Baru”, 1 September 2026.
  • Radar Jember / Radar Banyuwangi — “Tol Malang–Kepanjen 29,72 Km Masuk Prioritas Nasional, Disiapkan Tersambung ke Tulungagung”.

Sponsored

← Kembali ke semua artikelCek tarif tol →
Iklan