Tol Palembang-Betung Ditargetkan Beroperasi Kuartal I 2027
Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan bahwa Jalan Tol Palembang-Betung ditargetkan beroperasi penuh pada kuartal I 2027. Kabar ini disampaikan dalam keterangan resmi BPJT yang diterbitkan pada 18 September 2026 dan dilaporkan detikFinance dengan judul “Tol Palembang-Betung Ditargetkan Operasi Kuartal I 2027”. Inti pemberitaannya jelas: ruas sepanjang 69,19 kilometer ini dibagi menjadi tiga seksi, di mana Seksi 1 dan Seksi 2 ditargetkan selesai pada triwulan IV 2026, sementara Seksi 3 menyusul pada triwulan I 2027.
Bagi masyarakat Sumatera Selatan dan para pengguna jalur timur Sumatera, target tersebut bukan sekadar angka administratif. Jalan Tol Palembang-Betung adalah simpul yang menentukan apakah jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) bisa benar-benar menyambung dari Lampung hingga ke Jambi. Selama bertahun-tahun, perjalanan dari Palembang menuju Betung dan seterusnya ke arah utara harus melewati jalan nasional yang padat, melintasi kawasan permukiman, dan rawan macet pada musim libur.
Perkembangan terbaru juga menyertakan satu tonggak penting. Jembatan Musi V, struktur paling kritis dalam ruas ini, sudah memperoleh Sertifikat Laik Fungsi Struktur dari Menteri PU pada 6 Juli 2026. Dengan struktur utama jembatan yang sudah memenuhi aspek kelayakan teknis, sisa pekerjaan kini lebih banyak bertumpu pada penyelesaian perkerasan jalan, akses masyarakat, dan pembebasan lahan yang masih tersisa. Artikel ini merangkum target tersebut secara utuh, mulai dari posisi ruas dalam jaringan JTTS, penjelasan teknis segmen Kramasan-Pulau Rimau-Betung, hingga perkara tarif yang kerap ditanyakan calon pengguna.
Jika Anda ingin menghitung estimasi biaya perjalanan pada ruas-ruas yang sudah beroperasi saat ini, gunakan kalkulator tarif tol cektol.id yang datanya mengikuti ketetapan resmi BPJT.
Posisi Ruas dalam Jaringan Jalan Tol Trans Sumatera
Untuk memahami mengapa target kuartal I 2027 ini penting, kita perlu melihat posisinya dalam jaringan. Jalan Tol Trans Sumatera adalah proyek jaringan tol terpanjang di Indonesia yang dirancang menyambung provinsi-provinsi di Pulau Sumatera, dari Aceh di ujung barat hingga Lampung di ujung tenggara. Jaringan ini dibangun secara bertahap, ruas demi ruas, dan setiap ruas yang rampung langsung menambah panjang lintasan tol yang bisa dilalui tanpa hambatan.
Ruas Palembang-Betung berada di jantung jaringan tersebut, tepatnya di Provinsi Sumatera Selatan. Ruas ini memiliki panjang 69,19 kilometer dan merupakan bagian dari koridor Kayu Agung-Palembang-Betung yang lebih luas. Secara administratif, trase ruas ini melintasi Kota Palembang serta wilayah Kabupaten Banyuasin, dengan titik akhir di kawasan Betung yang mengarah ke perbatasan Provinsi Jambi.
Posisi strategisnya terletak pada fungsi sebagai jembatan penghubung antara dua kondisi jaringan yang berbeda. Di sisi selatan, jaringan tol sudah tersambung relatif panjang: dari Bakauheni di Lampung, kendaraan bisa melaju melalui ruas Bakauheni-Terbanggi Besar, Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung, hingga Kayu Agung-Palembang. Artinya, koneksi Palembang-Lampung melalui tol sudah berjalan dan menjadi pilihan utama pengendara dari arah Jawa yang menyeberang lewat Pelabuhan Bakauheni.
Di sisi utara, jaringan justru berhenti di Betung. Belum ada lintasan tol penuh yang menyambung Palembang ke Jambi. Karena itu, penyelesaian Jalan Tol Palembang-Betung berperan sebagai mata rantai yang hilang: begitu ruas ini beroperasi, perjalanan dari Lampung menuju Palembang, dan selanjutnya ke arah Jambi, bisa dilakukan dengan jalur tol yang jauh lebih panjang dibanding hari ini. Pembahasan menyeluruh soal jaringan dan ruas-ruas yang sudah beroperasi kami ulas dalam artikel Tol Trans Sumatera 2026: Ruas, Tarif, dan Progres Terkini.
Pembagian seksi dalam ruas ini juga perlu dipahami secara sederhana. BPJT menyebut ruas 69,19 kilometer tersebut terbagi tiga seksi. Dua seksi pertama mengejar penyelesaian pada triwulan IV 2026, sedangkan seksi terakhir menjadi penentu apakah target operasi penuh pada kuartal I 2027 benar-benar tercapai. Konfigurasi awal jalan dibangun dengan dua kali dua lajur, dan direncanakan dapat ditingkatkan menjadi dua kali tiga lajur pada tahap akhir.
Memahami Segmen Kramasan-Pulau Rimau-Betung
Bagian yang paling sering ditanyakan pengguna jalan adalah soal segmen. Dalam praktik di lapangan, bagian tengah ruas Palembang-Betung kerap disebut sebagai segmen Kramasan-Pulau Rimau-Betung. Penyebutan ini muncul karena Kramasan berfungsi sebagai salah satu simpul utama di sisi Palembang, Pulau Rimau menjadi wilayah tengah di Kabupaten Banyuasin, dan Betung menjadi ujung timur ruas yang mengarah ke Jambi.
Kramasan sendiri bukan titik yang asing bagi pengguna tol di Sumatera Selatan. Kawasan ini menjadi bagian dari ruas yang sudah lebih dulu dikenal, yakni Kayu Agung-Palembang, dan sering disebut pula sebagai Keramasan dalam dokumen resmi maupun pemberitaan. Sekitar awal 2026, PT Hutama Karya mengoperasikan simpang susun Palembang yang menyatukan beberapa ramp penghubung, antara lain ramp Betung-Indralaya, ramp Betung-Palembang, dan ramp Palembang-Kayu Agung. Dengan simpang susun itu, pengguna bisa berpindah arah tanpa harus keluar dari jalan tol, misalnya menuju Indralaya, Prabumulih, Palembang, atau Kayu Agung.
Di sisi timur, Pulau Rimau dan Betung menjadi wilayah yang paling merasakan langsung manfaat ruas ini ketika beroperasi penuh. Sepanjang periode fungsional terbatas pada arus mudik Lebaran 2026, pengendara dilaporkan bisa melintas dari Kramasan hingga Pulau Rimau pada rentang jarak sekitar 58 kilometer dengan dua arah. Menurut pemberitaan Tribun Sumsel pada Maret 2026, akses masuk dari arah Palembang saat itu dipusatkan lewat Gerbang Tol Pemulutan, sementara sejumlah gerbang lain belum dapat dilalui karena masih ada pekerjaan jalan di sekitarnya.
Pemahaman soal gerbang tol penting karena sistem yang dipakai di jaringan ini adalah sistem tarif tertutup. Pada sistem tertutup, pengendara mengambil kartu tol elektronik di gerbang masuk, lalu membayar sesuai jarak yang ditempuh saat keluar di gerbang tujuan. Konsekuensinya, besaran biaya tidak ditentukan oleh gerbang masuk saja, melainkan oleh kombinasi gerbang masuk dan gerbang keluar. Sistem inilah yang membuat kepemilikan dan saldo kartu tol elektronik menjadi syarat wajib, sekalipun ruas yang dilalui berstatus fungsional tanpa tarif.
Beberapa gerbang tol yang terkait dengan ruas ini dan tercatat dalam pemberitaan antara lain Gerbang Tol Musi Landas di Kecamatan Sembawa, Gerbang Tol Keramasan, Gerbang Tol Gandus, Gerbang Tol Pemulutan, Gerbang Tol Palembang, dan Gerbang Tol Indralaya. Pada periode fungsional awal, Gerbang Tol Gandus tercatat belum dibuka untuk keluar, sehingga pengendara diarahkan keluar melalui Keramasan atau Musi Landas. Rincian mana saja gerbang yang dibuka tentu akan mengikuti kesiapan lapangan dan biasanya diumumkan menjelang masa operasi.
Perlu digarisbawahi, istilah “beroperasi penuh” berbeda dari “fungsional”. Ruas fungsional dibuka untuk mendukung kelancaran pada periode tertentu, umumnya saat arus mudik dan arus balik, dengan jam operasional yang bisa dibatasi dan fasilitas yang belum lengkap. Sementara operasi penuh berarti ruas melayani lalu lintas harian secara permanen, tarif dipungut sesuai ketetapan, dan seluruh fasilitas pendukung sudah siap. Perbedaan ini pernah kami bahas lebih rinci ketika membahas progres Jembatan Musi V dan target fungsional Nataru 2026.
Progres dan Pembagian Seksi Terkini
Berdasarkan keterangan BPJT yang dikutip detikFinance pada 18 September 2026, peta jalan penyelesaian ruas ini cukup jelas. Struktur Jembatan Musi V sudah mengantongi Sertifikat Laik Fungsi Struktur dari Menteri PU per 6 Juli 2026, dengan total bentang tengah 380 meter, ditambah jembatan pendekat sepanjang 656 meter di sisi Bengkinang dan 648 meter di sisi Gandus. Secara total, panjang jembatan mencapai 1.684 meter atau sekitar 1,68 kilometer.
Untuk memastikan aspek keselamatan dan kinerja struktur tetap terpantau, BPJT menyiapkan pemasangan sistem pemantauan kesehatan struktur yang dilengkapi 100 unit sensor. Sistem ini memantau kondisi jembatan secara berkelanjutan, mulai dari getaran, pergerakan struktur, hingga pengaruh lingkungan. Penerapan pemantauan semacam ini lazim pada jembatan besar agar penurunan kualitas struktur bisa terdeteksi dini.
Tabel berikut merangkum status dan target tiap bagian ruas Palembang-Betung sesuai keterangan resmi yang tersedia.
| Segmen / Seksi | Status | Panjang | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Jalan Tol Palembang-Betung (total) | Ditargetkan beroperasi penuh kuartal I 2027 | 69,19 km | Operasi penuh menunggu rampungnya Seksi 3 |
| Seksi 1 | Ditargetkan rampung triwulan IV 2026 | Bagian dari 69,19 km | Sisi Palembang, termasuk kawasan Kramasan dan Gandus |
| Seksi 2 | Ditargetkan rampung triwulan IV 2026 | Bagian dari 69,19 km | Melintasi titik Jembatan Musi V di sekitar Gandus |
| Seksi 3 | Ditargetkan rampung triwulan I 2027 | Bagian dari 69,19 km | Penentu utama target operasi penuh kuartal I 2027 |
| Fungsional Nataru 2026-2027 | Ditargetkan Kementerian PU | Mengikuti kesiapan sisa pekerjaan | Umumnya belum dipungut tarif penuh dan jam operasional dapat dibatasi |
| Jembatan Musi V | Laik fungsi struktur per 6 Juli 2026 | 1.684 m | Bentang tengah 380 m, pendekat 656 m dan 648 m |
Angka panjang per seksi tidak dirinci secara terpisah dalam keterangan resmi tersebut, sehingga kolom panjang pada baris seksi kami sebutkan sebagai bagian dari total 69,19 kilometer. Yang jelas, seluruh seksi berada dalam satu paket investasi dengan nilai sekitar Rp14,98 triliun, terdiri dari biaya konstruksi sekitar Rp13,90 triliun dan biaya pembebasan lahan sekitar Rp390 miliar. Masa konsesi jalan tol ini ditetapkan selama 50 tahun.
Tarif Ruas Palembang-Betung dan Pembanding di JTTS
Pertanyaan yang paling sering muncul begitu ada ruas tol baru adalah soal tarif. Sejauh keterangan resmi yang ada, tarif untuk Jalan Tol Palembang-Betung belum ditetapkan. Tarif jalan tol baru umumnya ditetapkan melalui keputusan resmi setelah ruas beroperasi dan dievaluasi secara berkala, sehingga angka pasti belum bisa dipastikan hari ini. Perlu dicatat juga bahwa tarif dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan pemerintah.
Meski demikian, kita bisa memakai tarif ruas-ruas JTTS yang sudah berlaku sebagai gambaran besaran biaya. Tabel berikut merangkum beberapa tarif golongan I yang tercatat dari ketetapan BPJT dan pemberitaan resmi terkait jaringan tol di Sumatera Selatan. Ingat, angka ini bukan tarif Palembang-Betung, melainkan pembanding agar Anda punya bayangan rentang biaya.
| Rute (Golongan I) | Tarif | Sumber acuan |
|---|---|---|
| Kayu Agung - Jakabaring | Rp39.500 | Ketetapan BPJT |
| Keramasan - Kayu Agung | Rp50.000 | Ketetapan BPJT |
| Palembang - Kayu Agung Utama | Rp51.000 | Integrasi Simpang Susun Palembang |
| Kramasan - Pemulutan | Rp9.000 | Integrasi Simpang Susun Palembang |
| Kramasan - Palembang | Rp4.500 | Integrasi Simpang Susun Palembang |
| Kramasan - Prabumulih (Golongan V) | Hingga Rp222.500 | Integrasi Simpang Susun Palembang |
Untuk golongan kendaraan lain, tarif umumnya berjenjang. Sebagai contoh, pada rute Kayu Agung-Jakabaring golongan II dan III dikenakan Rp59.000, sedangkan golongan IV dan V Rp78.500. Pada rute Keramasan-Kayu Agung, golongan II dan III dikenakan Rp75.000 dan golongan IV dan V Rp100.000. Karena perhitungan tarif bergantung pada kombinasi gerbang masuk dan keluar, cara paling praktis untuk memperkirakan biaya adalah memakai kalkulator cek tarif tol yang datanya diperbarui mengikuti ketetapan terbaru.
Manfaat yang Diharapkan dari Kehadiran Ruas Ini
Kehadiran Jalan Tol Palembang-Betung membawa sejumlah manfaat yang cukup konkret, baik bagi pengguna jalan maupun bagi perekonomian daerah. Berikut poin-poin utamanya.
Pertama, pemangkasan waktu tempuh yang signifikan. Perjalanan dari Palembang menuju Betung yang biasanya menempuh tiga hingga empat jam lewat jalan nasional diperkirakan bisa dipangkas menjadi sekitar satu jam. Pemangkasan waktu tempuh sebesar itu mengubah perjalanan yang tadinya melelahkan menjadi relatif singkat, terutama bagi pengendara yang menempuh rute panjang dari Lampung atau menuju Jambi.
Kedua, efisiensi logistik dan distribusi barang. Sumatera Selatan adalah wilayah produksi komoditas, mulai dari hasil perkebunan hingga bahan pangan. Dengan jalur tol yang lebih cepat dan terprediksi, biaya distribusi berpotensi turun, termasuk untuk pengiriman barang dari kawasan pelabuhan dan industri di Palembang menuju provinsi tetangga. Efisiensi ini pada akhirnya bisa berdampak pada harga barang di daerah tujuan.
Ketiga, peningkatan konektivitas antarkawasan. Ruas ini menyambung wilayah yang selama ini terpisah oleh jalan nasional yang padat. Koneksi Palembang-Lampung yang sudah terbentuk melalui tol menjadi lebih bernilai ketika kelanjutannya ke arah Betung tersedia. Selain itu, simpang susun Palembang memungkinkan pengendara berpindah arah, misalnya menuju Indralaya, Prabumulih, atau Kayu Agung, tanpa harus keluar tol.
Keempat, pengurangan beban jalan nasional dan kemacetan kota. Sebagian lalu lintas lintas provinsi akan berpindah ke jalan tol, sehingga beban jalan nasional dan jalan dalam kota Palembang berkurang. Pada masa libur, perpindahan ini membantu mengurai titik-titik kemacetan yang biasanya muncul di persimpangan sebidang dan kawasan pasar.
Kelima, dorongan bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Keberadaan gerbang tol dan tempat istirahat umumnya menumbuhkan aktivitas ekonomi baru di sekitarnya, mulai dari usaha kuliner, penginapan, hingga jasa pendukung perjalanan. Selain itu, proyek pembangunan ruas ini menyerap tenaga kerja lokal selama masa konstruksi, dan sebagian di antaranya berlanjut pada masa operasi dan pemeliharaan.
Pernyataan Pejabat
Sejumlah pejabat memberikan keterangan resmi terkait target ini. Kepala BPJT, Ni Komang Rasminiati, menyatakan bahwa secara struktur Jembatan Musi V telah memperoleh Sertifikat Laik Fungsi Struktur dari Menteri PU pada 6 Juli 2026, dan penyelesaian struktur utama itu menjadi salah satu tahapan penting dalam mendukung penyelesaian keseluruhan Jalan Tol Palembang-Betung. Ia menjelaskan bahwa jembatan tersebut tergolong struktur khusus karena memiliki total bentang tengah 380 meter, ditambah jembatan pendekat 656 meter di sisi Bengkinang dan 648 meter di sisi Gandus, sehingga total panjangnya mencapai 1.684 meter.
Staf Ahli Menteri PU Bidang Hubungan Antar Lembaga, Triono Junoasmono, menyebut pembangunan Jalan Tol Palembang-Betung sebagai bagian dari visi besar memperkuat konektivitas Jalan Tol Trans Sumatera, termasuk membuka peluang tersambungnya jaringan tol hingga Jambi dan wilayah Sumatera lainnya. Keterangan tersebut disampaikan saat ia mendampingi kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI pada Kamis, 17 September 2026.
Dari sisi pelaksana konstruksi, Wakil Direktur Utama PT Hutama Karya, Sugeng Rochadi, mengungkapkan tantangan yang masih dihadapi, terutama penyelesaian pembebasan lahan pada sejumlah titik yang berkaitan dengan akses masyarakat. Meski struktur utama Jembatan Musi V telah rampung, masih terdapat tujuh ruas jembatan kecil yang penyelesaiannya perlu berjalan beriringan dengan penuntasan akses jalan lama menuju permukiman warga. Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan berbagai pihak dalam mendorong percepatan penyelesaian pembangunan Jalan Tol Palembang-Betung.
BPJT menegaskan terus melakukan koordinasi bersama PT Hutama Karya, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan penyelesaian pekerjaan tetap memperhatikan aspek keselamatan, mutu konstruksi, dan kebutuhan akses masyarakat. Selain mengejar operasi penuh, pemerintah juga mendorong agar ruas ini dapat difungsionalkan pada periode Natal dan Tahun Baru 2026-2027 guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kapan Tol Palembang-Betung mulai beroperasi penuh?
BPJT menargetkan ruas ini beroperasi penuh pada kuartal I 2027. Target tersebut bergantung pada rampungnya Seksi 3, sementara Seksi 1 dan Seksi 2 ditargetkan selesai pada triwulan IV 2026. Tanggal pasti pembukaan akan ditentukan setelah seluruh pekerjaan dan administrasi selesai.
Apa beda fungsional dan beroperasi penuh pada ruas ini?
Fungsional berarti jalan dibuka untuk mendukung kelancaran pada periode tertentu, umumnya arus mudik dan arus balik, dengan jam operasional terbatas dan fasilitas yang belum lengkap, serta umumnya belum dipungut tarif penuh. Beroperasi penuh berarti ruas melayani lalu lintas harian secara permanen dengan tarif, fasilitas, dan sistem pembayaran yang sudah berjalan normal.
Apakah Jembatan Musi V sudah selesai?
Secara struktur, Jembatan Musi V sudah mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi Struktur per 6 Juli 2026 dengan total panjang 1.684 meter. Namun penyelesaian ruas secara keseluruhan masih berlanjut karena masih ada pembebasan lahan dan sejumlah jembatan kecil yang perlu dirampungkan.
Berapa tarif yang akan dikenakan di Tol Palembang-Betung?
Tarif ruas ini belum ditetapkan secara resmi. Tarif jalan tol baru umumnya diputuskan setelah ruas beroperasi dan dievaluasi berkala. Sebagai gambaran, tarif golongan I pada ruas JTTS di Sumatera Selatan berada pada rentang ribuan rupiah hingga puluhan ribu rupiah, misalnya Keramasan-Kayu Agung Rp50.000 dan Kayu Agung-Jakabaring Rp39.500. Perlu diingat, tarif dapat berubah sewaktu-waktu.
Gerbang tol mana saja yang akan melayani ruas ini?
Dalam pemberitaan terkait disebut sejumlah gerbang seperti Gerbang Tol Musi Landas, Keramasan, Gandus, Pemulutan, Palembang, dan Indralaya. Pada periode fungsional awal, beberapa gerbang belum dibuka penuh karena masih ada pekerjaan jalan. Daftar final gerbang yang beroperasi akan diumumkan menjelang masa operasi.
Apakah ruas ini tersambung dengan jaringan tol dari Lampung?
Ya, Jalan Tol Palembang-Betung menjadi kelanjutan dari jaringan tol yang sudah beroperasi dari Bakauheni di Lampung hingga Palembang. Ketika ruas ini beroperasi penuh, perjalanan dari Lampung menuju Palembang dan selanjutnya ke arah Betung serta Jambi akan memakai jalur tol yang jauh lebih panjang.
Kesimpulan
Target operasi penuh Tol Palembang-Betung pada kuartal I 2027 menjadi salah satu kabar paling dinantikan pengguna jalan di koridor timur Sumatera. Ruas sepanjang 69,19 kilometer ini dibagi tiga seksi, dengan Seksi 1 dan Seksi 2 dikejar rampung pada triwulan IV 2026 dan Seksi 3 sebagai penentu pada triwulan I 2027. Tonggak pentingnya sudah terlihat: Jembatan Musi V dengan panjang total 1.684 meter sudah memperoleh Sertifikat Laik Fungsi Struktur per 6 Juli 2026, dan akan dilengkapi sistem pemantauan kesehatan struktur berisi 100 unit sensor.
Pekerjaan rumah yang tersisa terutama berkaitan dengan pembebasan lahan dan penuntasan akses masyarakat, termasuk tujuh ruas jembatan kecil yang penyelesaiannya harus berjalan beriringan. Sementara itu, pemerintah juga mengejar agar ruas ini bisa difungsionalkan pada periode Natal dan Tahun Baru 2026-2027. Bagi masyarakat, perkembangan ini layak diikuti karena berpotensi memangkas waktu tempuh dan membuka pilihan rute yang lebih nyaman.
Sambil menunggu ruas ini beroperasi, pastikan rencana perjalanan Anda tetap terukur. Hitung estimasi biaya pada ruas-ruas yang sudah berlaku melalui kalkulator tarif tol, dan pantau informasi resmi dari BPJT maupun pengelola tol menjelang pembukaan. Untuk latar belakang jaringan secara menyeluruh, simak pula ulasan progres Tol Kapalbetung dan dampaknya bagi konektivitas Sumatera.
Informasi Terkait
- Jembatan Musi V dan Target Fungsional Nataru 2026
- Tol Trans Sumatera 2026: Ruas, Tarif, dan Progres Terkini
- Tarif Tol Trans Sumatera 2026: Daftar Ruas dan Besarannya
Sumber
- detikFinance — “Tol Palembang-Betung Ditargetkan Operasi Kuartal I 2027”, 18 September 2026 — https://finance.detik.com/infrastruktur/d-8671275/tol-palembang-betung-ditargetkan-operasi-kuartal-i-2027
- Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PU — “BPJT Dorong Penyelesaian Jembatan Musi V, Operasional Tol Palembang-Betung Ditargetkan Kuartal I 2027”, 18 September 2026 — https://bpjt.pu.go.id/bpjt-dorong-penyelesaian-jembatan-musi-v-operasional-tol-palembang-betung-ditargetkan-kuartal-i-2027/
- Kementerian Pekerjaan Umum — “Kementerian PU Dorong Penyelesaian Jembatan Musi V di Ruas Tol Palembang-Betung, Kejar Operasi Kuartal I 2027”, September 2026 — https://pu.go.id/berita/kementerian-pu-dorong-penyelesaian-jembatan-musi-v-di-ruas-tol-palembangbetung-kejar-operasi-kuartal-i-2027
- detikSumbagsel — “Segini Tarif Tol Kayuagung-Palembang-Betung”, diakses 21 September 2026 — https://www.detik.com/sumbagsel/bisnis/d-7111477/segini-tarif-tol-kayuagung-palembang-betung
- Petromindo — “Hutama Karya begins operation of Palembang toll junction”, 7 April 2026 — https://petromindo.com/news/article/hutama-karya-begins-operation-of-palembang-toll-junction
- Tribun Sumsel — “Rute dan Jam Operasional Tol Palembang-Betung Selama Arus Mudik Lebaran 2026”, Maret 2026 — https://sumsel.tribunnews.com/sumsel/1010235/rute-jam-operasional-tol-palembang-betung-selama-arus-mudik-lebaran-2026-buka-fungsional-17-hari
- Tribun Sumsel — “Ingin Lewat Tol Palembang-Betung Harus Siapkan Kartu E-Tol, Waspada Ada Jalan Belum Dicor”, 13 Maret 2026 — https://sumsel.tribunnews.com/sumsel/1010317/ingin-lewat-tol-palembang-betung-harus-siapakan-kartu-e-tol-waspada-ada-jalan-belum-dicor



