Cek Tarif Tol

Tol Prosiwangi Gending-Paiton Gratis, Tarif 14 Oktober 2026

Tol Prosiwangi segmen Gending-Paiton resmi beroperasi tanpa tarif 14 hari sejak 30 September 2026. Tarif resmi berlaku 14 Oktober 2026, cek rinciannya.

Tol Prosiwangi Gending-Paiton Gratis, Tarif 14 Oktober 2026

Tol Prosiwangi Gending-Paiton Gratis, Tarif Mulai 14 Oktober 2026

Kabar baik bagi pengguna jalan di Jawa Timur: Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) segmen Gending-SS Kraksaan-SS Paiton resmi mulai dioperasikan pada Rabu, 30 September 2026 pukul 10.00 WIB. Pada tahap awal, ruas baru sepanjang kurang lebih 23,5 km ini digratiskan alias tanpa tarif selama 14 hari. Periode bebas tarif tersebut akan berakhir dan digantikan oleh tarif resmi yang mulai berlaku pada Rabu, 14 Oktober 2026 pukul 00.00 WIB.

Informasi ini kami rangkum dari pemberitaan ANTARA (30/9/2026), Kompas.com (30/9/2026 dan 3/10/2026), TIMES Indonesia (29/9/2026), serta WartaBromo (29/9/2026), dan telah kami cocokkan dengan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 7683/KPTS/Mn/2026 sebagai dasar penetapan tarif. Artikel ini merangkum kronologi pembukaan, rincian tarif per gerbang dan per golongan kendaraan, manfaat konektivitas, serta progres seksi lanjutan yang akan menyambung ruas ini sampai Besuki dan Banyuwangi.

Bagi Anda yang biasa melintas dari arah Surabaya atau Malang menuju kawasan timur Probolinggo, perubahan status dari bebas tarif menjadi berbayar pada 14 Oktober 2026 ini penting untuk diperhatikan agar perencanaan biaya perjalanan tetap akurat. Gunakan kalkulator tarif tol cektol.id untuk menghitung estimasi biaya perjalanan Anda setelah tarif resmi diberlakukan.

Apa Itu Tol Prosiwangi dan Mengapa Namanya Berubah

Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi, yang kini dikenal dengan singkatan Prosiwangi, merupakan ruas tol yang membentang di kawasan Tapal Kuda Jawa Timur. Sebelum November 2025, ruas ini lebih populer dengan nama Probowangi (Probolinggo-Banyuwangi). Nama resminya kemudian diubah menjadi Prosiwangi setelah unsur Situbondo secara resmi dimasukkan ke dalam nomenklatur ruas, mengingat Situbondo menjadi salah satu wilayah utama yang dilalui jalan bebas hambatan ini.

Ruas ini dikelola oleh PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB), anak perusahaan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Dalam sejumlah kesempatan, Direktur Utama Jasamarga Group, Rivan Achmad Purwantono, menegaskan bahwa kehadiran ruas ini diarahkan untuk memangkas waktu tempuh perjalanan di kawasan timur Jawa Timur sekaligus membuka konektivitas baru menuju kawasan wisata Ijen dan Banyuwangi.

Segmen yang baru dioperasikan adalah Gending-SS Kraksaan-SS Paiton. Segmen ini terdiri atas dua seksi yang dibuka sekaligus:

  • Seksi 1: Gending - SS Kraksaan
  • Seksi 2: SS Kraksaan - SS Paiton

Secara total, kedua seksi ini memiliki panjang kurang lebih 23,515 km menurut data operator, sementara Kompas.com menyebut angka 24,08 km. Perbedaan kecil ini umum terjadi karena perbedaan metode pengukuran dan titik acuan sta yang digunakan. Perlu dicatat, yang digratiskan penuh selama masa sosialisasi adalah perjalanan lokal antara GT Kraksaan dan GT Paiton, sedangkan perjalanan yang masuk dari jaringan Trans Jawa tetap dikenakan tarif hingga gerbang Gending, sebagaimana dijelaskan lebih rinci pada bagian selanjutnya.

Daftar Gerbang Tol dan Seksi Gending-Paiton

Segmen Gending-SS Kraksaan-SS Paiton melayani dua gerbang tol utama sebagai titik akses keluar-masuk, yaitu GT Kraksaan dan GT Paiton, dengan GT Gending berperan sebagai gerbang penghubung menuju jaringan Tol Trans Jawa. Berikut ringkasan seksi dan gerbangnya.

SeksiNama SeksiPanjangGerbang TolKeterangan
Seksi 1Gending - SS Kraksaan±11,5 kmGT Gending, GT KraksaanPenghubung ke Trans Jawa arah Surabaya-Malang
Seksi 2SS Kraksaan - SS Paiton±12 kmGT PaitonMenuju kawasan Paiton dan PLTU Paiton
TotalGending - SS Paiton±23,5 km3 gerbangDioperasikan 30 September 2026
KodeGerbang TolJenis AksesWilayah Layanan
GT 1GendingTerhubung Trans JawaProbolinggo barat, arah Surabaya/Lumajang
GT 2KraksaanSimpang SusunKraksaan, Pajarakan, Gending
GT 3PaitonSimpang SusunPaiton, PLTU Paiton, Besuki (via arteri)

Gerbang Gending berfungsi sebagai pintu masuk utama dari jaringan Tol Trans Jawa, khususnya bagi kendaraan yang datang dari arah Surabaya via Tol Surabaya-Gempol dan Tol Gempol-Pasuruan, atau dari Malang via Tol Pandaan-Malang. Setelah melewati Gending, kendaraan memasuki ruas baru menuju Kraksaan lalu Paiton tanpa keluar dari sistem tol. Sementara itu, GT Kraksaan dan GT Paiton berfungsi sebagai simpang susun yang melayani lalu lintas lokal di kawasan tengah dan timur Kabupaten Probolinggo.

Rincian Tarif Resmi per Pasangan Gerbang Golongan I-V

Mulai 14 Oktober 2026 pukul 00.00 WIB, perjalanan pada segmen ini dikenakan tarif berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 7683/KPTS/Mn/2026. Besaran tarif bervariasi menurut pasangan gerbang asal-tujuan dan golongan kendaraan. Perlu diketahui, terdapat selisih kecil antar sumber pemberitaan (TIMES Indonesia 29/9/2026 dan WartaBromo) sehingga angka di bawah ini sebaiknya dibaca sebagai rentang atau atribusi, bukan angka tunggal yang kaku.

Berikut rincian tarif untuk perjalanan dalam segmen Gending-Paiton (berlaku dua arah):

Pasangan GerbangGol IGol IIGol IIIGol IVGol V
Gending - SS KraksaanRp16.000Rp24.000Rp24.500Rp32.000Rp32.000
SS Kraksaan - SS PaitonRp20.000Rp30.000Rp30.500Rp40.500Rp42.500
Gending - SS Paiton (terjauh)Rp36.000Rp54.000Rp54.500Rp72.500Rp73.000

Golongan kendaraan yang dimaksud mengikuti klasifikasi standar jalan tol Indonesia: Golongan I untuk sedan, jip, dan kendaraan ringan; Golongan II untuk truk dua sumbu ringan; Golongan III untuk truk dua sumbu berat; Golongan IV untuk truk tiga sumbu; dan Golongan V untuk kendaraan bermuatan terberat atau kendaraan dengan lebih dari tiga sumbu. Perlu dicatat bahwa angka pada baris “Gending - SS Paiton” bukan selalu penjumlahan persis dua seksi sebelumnya, melainkan tarif terpadu untuk perjalanan menerus terpanjang pada segmen ini.

Penjelasan Penting: Tarif Rp0 vs Perjalanan Menerus Trans Jawa

Banyak pengguna jalan yang keliru memahami istilah “gratis” pada masa sosialisasi ini. Yang benar-benar digratiskan adalah perjalanan lokal yang hanya melewati ruas baru, terutama perjalanan antara GT Kraksaan dan GT Paiton. Artinya, kendaraan yang masuk dari GT Kraksaan dan keluar di GT Paiton (atau sebaliknya) selama masa sosialisasi tidak dikenakan biaya tambahan maupun biaya seksi.

Namun, perjalanan yang menerus dari jaringan Trans Jawa tetap dikenakan tarif penuh hingga GT Gending. Sebagai gambaran, perjalanan dari GT Kejapanan Utama menuju GT Kraksaan atau GT Paiton tetap dikenakan tarif Trans Jawa sebesar Rp113.500 untuk Golongan I. Jadi, meskipun ruas baru sempat digratiskan, pengguna yang datang dari Surabaya atau Malang tetap membayar tarif akumulatif dari ruas sebelumnya.

Oleh karena itu, jangan heran jika pada masa bebas tarif Anda tetap diminta melakukan transaksi di gerbang. Pengguna tetap wajib melakukan tapping kartu uang elektronik (e-toll) meskipun tarif yang muncul Rp0. Ketentuan ini diberlakukan untuk memastikan pencatatan lalu lintas, evaluasi kelayakan operasi, serta menjaga kebiasaan transaksi nontunai di seluruh sistem jalan tol. Simpan selalu saldo e-toll yang cukup, karena kartu dengan saldo kurang tetap tidak dapat membuka palang gerbang.

Untuk menghitung kombinasi tarif dari ruas asal Anda menuju Kraksaan atau Paiton, manfaatkan kalkulator tarif tol agar estimasi biaya perjalanan lebih akurat, terutama setelah 14 Oktober 2026.

Manfaat, Konektivitas, dan Proyeksi Waktu Tempuh

Kehadiran segmen Gending-SS Kraksaan-SS Paiton membawa sejumlah manfaat langsung bagi mobilitas warga Jawa Timur. Salah satu dampak paling terasa adalah pemangkasan waktu tempuh perjalanan dari Probolinggo menuju Besuki, yang diproyeksikan turun dari sekitar 2 jam menjadi sekitar 1 jam 15 menit. Pemangkasan ini terjadi karena kendaraan tidak lagi harus melewati jalur arteri yang padat, terutama di sekitar kawasan Paiton dan Kraksaan yang selama ini menjadi titik rawan kemacetan.

Selain itu, ruas ini memperbaiki konektivitas kawasan industri dan energi. GT Paiton berperan penting melayani mobilitas menuju kawasan PLTU Paiton dan area industri di sekitarnya, sementara GT Kraksaan memperpendek akses warga Kecamatan Kraksaan, Pajarakan, dan Gending menuju jaringan tol. Bagi sektor wisata, ruas ini menjadi bagian dari jalur menuju kawasan wisata Ijen dan Banyuwangi di ujung timur Jawa Timur.

Dari sisi penerimaan lalu lintas, antusiasme pengguna terbilang tinggi. Data pada 2 hari pertama masa sosialisasi (30 September-1 Oktober 2026) mencatat 24.914 kendaraan melintas pada segmen ini, sebagaimana diberitakan Kompas.com pada 3 Oktober 2026. Angka ini menunjukkan daya tarik ruas baru sekaligus menjadi bahan evaluasi operator dalam mengatur arus lalu lintas dan kesiapan fasilitas di gerbang maupun sepanjang ruas.

Progres Seksi 3 Paiton-Besuki dan Rencana Seksi 4

Segmen Gending-Paiton yang baru dioperasikan hanyalah tahap awal dari ruas Prosiwangi yang jauh lebih panjang. Pemerintah dan operator tengah mengejar penyelesaian Seksi 3 Paiton-Besuki, yang progres konstruksinya dilaporkan telah mencapai sekitar 93-100 persen dan telah melewati Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO). Izin operasi Seksi 3 diharapkan terbit pada kisaran November-Desember 2026.

Bila nanti Seksi 3 Paiton-Besuki resmi beroperasi, panjang ruas yang tersambung dari Gending hingga Besuki akan mencapai sekitar 49,5 km. Kolaborasi Gending-Paiton-Besuki ini akan semakin memperkuat peran koridor timur Jawa Timur dan memperpendek waktu tempuh perjalanan dari Probolinggo ke kawasan Besuki dan sekitarnya.

Adapun untuk Seksi 4 Besuki-Banyuwangi, saat ini masih dalam tahap kajian dan wacana perubahan trase. Salah satu opsi yang mengemuka adalah mengalihkan jalur Seksi 4 agar melewati kawasan Paltuding Ijen di sisi utara, dengan tujuan menyeimbangkan fungsi konektivitas transportasi dengan pengembangan kawasan wisata serta mempertimbangkan aspek lingkungan dan topografi. Kebijakan final mengenai trase Seksi 4 masih menunggu keputusan pemerintah dan kajian lebih lanjut.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Kapan Tol Prosiwangi segmen Gending-Paiton mulai beroperasi? Segmen Gending-SS Kraksaan-SS Paiton mulai dioperasikan pada Rabu, 30 September 2026 pukul 10.00 WIB, setelah dinyatakan lulus Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO).

2. Apakah benar ruas ini gratis 14 hari? Ya. Ruas ini dioperasikan tanpa tarif selama 14 hari sejak 30 September 2026. Namun, yang digratiskan adalah perjalanan lokal pada segmen ini; perjalanan menerus dari Trans Jawa tetap dikenakan tarif hingga GT Gending.

3. Kapan tarif resmi mulai diberlakukan? Tarif resmi mulai berlaku pada Rabu, 14 Oktober 2026 pukul 00.00 WIB berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 7683/KPTS/Mn/2026.

4. Berapa tarif Gending ke Paiton untuk Golongan I? Tarif perjalanan terjauh Gending-SS Paiton untuk Golongan I adalah Rp36.000, berlaku dua arah. Tarif untuk golongan lain berkisar dari Rp54.000 hingga Rp73.000.

5. Apakah saya tetap perlu tapping e-toll meskipun tarifnya Rp0? Ya, pengguna tetap wajib melakukan tapping kartu uang elektronik saat masuk dan keluar, meskipun tarif yang muncul Rp0. Pastikan saldo e-toll Anda mencukupi.

6. Berapa tarif dari Surabaya menuju Kraksaan atau Paiton? Perjalanan menerus dari GT Kejapanan Utama menuju GT Kraksaan atau GT Paiton dikenakan tarif Trans Jawa sekitar Rp113.500 untuk Golongan I. Angka ini dapat berubah sesuai kebijakan tarif yang berlaku, jadi sebaiknya dicek ulang sebelum berangkat.

Kesimpulan dan Langkah Selanjutnya

Tol Prosiwangi segmen Gending-SS Kraksaan-SS Paiton menjadi babak baru konektivitas di kawasan timur Jawa Timur. Setelah masa bebas tarif 14 hari sejak 30 September 2026, pengguna perlu bersiap menghadapi masa tarif resmi mulai 14 Oktober 2026. Pastikan Anda memahami perbedaan antara perjalanan lokal yang sempat digratiskan dan perjalanan menerus dari Trans Jawa, serta selalu menyiapkan kartu e-toll dengan saldo cukup. Untuk menghitung estimasi biaya perjalanan Anda pada ruas ini maupun kombinasi dengan ruas tol lain, kunjungi kalkulator tarif tol cektol.id.

Informasi Terkait

Sumber

  • ANTARA, “Jalan tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi segmen Gending-Paiton beroperasi”, 30 September 2026, https://www.antaranews.com
  • Kompas.com, “Tol Probowangi Segmen Gending-Paiton Mulai Dioperasikan Tanpa Tarif”, 30 September 2026, https://www.kompas.com
  • Kompas.com, “24.914 Kendaraan Melintas di Tol Gending-Paiton pada Dua Hari Pertama”, 3 Oktober 2026, https://www.kompas.com
  • TIMES Indonesia, “Rincian Tarif Tol Gending-Paiton yang Berlaku Mulai 14 Oktober 2026”, 29 September 2026, https://www.timesindonesia.co.id
  • WartaBromo, “Tarif Jalan Tol Gending-Paiton Resmi Ditetapkan”, 29 September 2026, https://www.wartabromo.com

Sponsored

← Kembali ke semua artikelCek tarif tol →
Iklan