Cek Tarif Tol

Tol Prosiwangi Seksi 3 Paiton-Besuki Siap Beroperasi

Tol Prosiwangi Seksi 3 Paiton-Besuki rampung 100% dan masuk ULFO. Simak target operasi akhir 2026, panjang 25,6 km, dan dampaknya bagi perjalanan ke Banyuwangi.

Tol Prosiwangi Seksi 3 Paiton-Besuki Siap Beroperasi

Tol Prosiwangi Seksi 3 Paiton-Besuki Siap Beroperasi

Kabar dari ujung timur Pulau Jawa kembali bergulir cepat. Setelah segmen Gending–Kraksaan–Paiton resmi dibuka untuk umum pada 30 September 2026, perhatian kini beralih ke bagian berikutnya dari Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi), yakni Seksi 3 Paiton–Besuki. Berdasarkan keterangan PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB), konstruksi seksi ini sudah mencapai 100 persen dan kini tengah menjalani Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) sebagai syarat terakhir sebelum bisa melayani kendaraan secara penuh.

Bagi pengendara yang rutin melintasi koridor Tapal Kuda, langkah ini terasa penting. Sebab begitu Seksi 3 tersambung, panjang ruas Prosiwangi yang sudah bisa dinikmati masyarakat akan bertambah signifikan dan waktu tempuh menuju kawasan timur Jawa Timur semakin terpangkas. Artikel ini merangkum status terkini Seksi 3, target waktu operasinya, perbandingan waktu tempuh, hingga hal-hal yang perlu Anda persiapkan. Seperti biasa, Anda bisa memperkirakan biaya perjalanan lebih dulu lewat kalkulator cek tarif tol sebelum berangkat.

Status Terkini: Konstruksi Rampung, Tinggal ULFO

Direktur Utama PT Jasamarga Group, Rivan Achmad Purwantono, menyampaikan bahwa pembangunan Prosiwangi tidak berhenti di segmen Gending–Paiton. Pembangunan dilanjutkan hingga Besuki, dan Seksi 3 saat ini telah memasuki tahap uji laik fungsi dengan capaian konstruksi yang sudah 100 persen. Dengan kata lain, secara fisik jalan sudah berdiri dan tinggal menunggu hasil pengujian beserta izin operasional dari pemerintah.

Menurut Rivan, pihaknya berharap izin pengoperasian dapat diperoleh pada November atau Desember 2026, atau bahkan lebih cepat. Apabila target tersebut tercapai, maka akhir tahun ini pengguna jalan sudah bisa merasakan tambahan ruas baru di koridor Paiton–Besuki. Seksi 3 sendiri memiliki panjang sekitar 25,6 kilometer, menjadikannya kelanjutan alami dari segmen Gending–Kraksaan–Paiton yang baru dibuka.

Perlu dicatat, pengoperasian awal sebuah ruas tol di Indonesia umumnya melewati masa sosialisasi tanpa tarif selama sejumlah hari kalender, sebagaimana yang berlaku pada segmen Gending–Paiton. Pola serupa kemungkinan besar akan diterapkan pada Seksi 3, sehingga masyarakat bisa mencoba ruas baru sebelum tarif resmi diberlakukan. Rincian resmi mengenai jadwal dan besaran tarifnya masih menunggu penetapan dari Kementerian Pekerjaan Umum.

Target Akhir 2026 dan Panjang Ruas yang Bertambah

Angka yang paling sering ditanyakan adalah seberapa besar tambahan ruas yang bisa dinikmati. Rivan menyebut bahwa bila sudah tersambung sampai Besuki, panjang ruas Prosiwangi yang dapat dinikmati masyarakat sekitar 49,5 kilometer. Ini merupakan penjumlahan dari segmen Gending–Kraksaan–Paiton sepanjang 23,515 kilometer ditambah Seksi 3 Paiton–Besuki sekitar 25,6 kilometer.

Bagi perencanaan perjalanan, tambahan ini bukan sekadar angka di atas kertas. Semakin panjang ruas yang beroperasi, semakin jauh pula jarak yang bisa ditempuh tanpa harus keluar masuk jalur arteri yang lebih lambat dan padat. Jasa Marga juga menyatakan tengah mempersiapkan fasilitas pendukung, termasuk rest area yang masih bersifat fungsional. Kehadiran rest area, sekalipun sederhana, menjadi penting untuk perjalanan jauh karena memberi ruang istirahat yang aman bagi pengemudi.

Pembangunan Prosiwangi memang dirancang bertahap. Setelah Seksi 3, sejumlah seksi lanjutan masih menuju Situbondo hingga berujung mendekati Banyuwangi dan Pelabuhan Ketapang. Dengan demikian, Prosiwangi menjadi kepingan terakhir yang melengkapi jaringan Tol Trans Jawa di ujung timur. Bagi yang mengikuti perkembangan awal ruas ini, ringkasan perjalanannya bisa dibaca pada ulasan Tol Prosiwangi Seksi 1-2 yang rampung dan mengantongi SLO.

Dampak Nyata: Waktu Tempuh Makin Singkat

Manfaat paling langsung dari beroperasinya Prosiwangi terlihat pada waktu tempuh. Untuk segmen yang baru dibuka, perjalanan dari Probolinggo menuju Besuki diproyeksikan turun dari sekitar 2 jam menjadi sekitar 1 jam 15 menit. Penghematan sekitar 45 menit ini terasa berarti, terutama bagi warga yang melakukan perjalanan kerja harian maupun pelaku usaha yang mengangkut barang.

Lebih jauh lagi, bila seluruh jaringan Prosiwangi beroperasi penuh, waktu tempuh dari Probolinggo menuju Banyuwangi diproyeksikan terpangkas menjadi sekitar 3 jam, dari yang saat ini bisa mencapai sekitar 5 jam. Penghematan hingga dua jam ini menjadi daya tarik besar bagi wisatawan yang hendak menjelajahi kawasan Tapal Kuda, seperti Kawah Ijen, Taman Nasional Baluran, Pantai Pulau Merah, hingga Pantai Boom di Banyuwangi.

Bagi yang berencana melanjutkan perjalanan menyeberang ke Bali, ruas ini juga memperpendek waktu menuju Pelabuhan Ketapang, gerbang penyeberangan utama menuju Gilimanuk. Gambaran rute dan biaya lengkap perjalanan darat ke Pulau Dewata dapat Anda pelajari pada panduan rute Surabaya–Bali dengan mobil lewat tol Banyuwangi–Gilimanuk. Dari sisi logistik, konektivitas yang lebih baik berarti distribusi hasil pertanian, perikanan, dan produk olahan dari Situbondo serta Banyuwangi bisa lebih cepat menjangkau pasar di Surabaya dan sekitarnya.

Yang Perlu Disiapkan Sebelum Melintas

Meski belum ada tanggal pasti pemberlakuan tarif Seksi 3, ada baiknya Anda menyiapkan beberapa hal sejak sekarang agar perjalanan lancar saat ruas ini resmi dibuka.

Pertama, pastikan kartu uang elektronik Anda aktif dan bersaldo cukup. Seluruh transaksi jalan tol di Indonesia kini sepenuhnya nontunai. Bahkan pada masa sosialisasi gratis sekalipun, pengguna tetap diwajibkan melakukan tapping kartu di gerbang tol. Pastikan juga kartu Anda tidak rusak dan saldo mencukupi untuk tarif ruas-ruas Trans Jawa yang sudah berbayar di sepanjang perjalanan.

Kedua, pahami gerbang tol yang akan Anda lewati. Segmen Gending–Kraksaan–Paiton memiliki dua gerbang tol, yakni Gerbang Tol Kraksaan dan Gerbang Tol Paiton. Ketika Seksi 3 beroperasi, akan ada tambahan akses menuju Besuki. Kenali titik masuk dan keluar agar tidak salah arah atau terlewat exit.

Ketiga, rencanakan waktu istirahat. Karena perjalanan menjadi lebih panjang dengan adanya tambahan ruas, tetap sisipkan istirahat untuk menghindari kelelahan. Fasilitas rest area yang masih fungsional sudah bisa dimanfaatkan, namun tetap siapkan bekal dan pastikan kondisi kendaraan prima sebelum berangkat.

Keempat, cermati informasi resmi. Karena jadwal operasi dan tarif bisa berubah mengikuti hasil uji dan penetapan pemerintah, selalu ikuti pengumuman resmi dari Kementerian PU, BPJT, dan JPB sebagai badan usaha pengelola. Untuk konteks tarif ruas yang sudah lebih dulu berbayar, Anda bisa merujuk pada tarif Tol Pasuruan–Probolinggo (Paspro) yang menyambung dengan Prosiwangi.

Kesimpulan

Tol Prosiwangi Seksi 3 Paiton–Besuki kini berada di garis akhir: konstruksi rampung 100 persen dan tinggal menunggu hasil ULFO serta izin operasional yang diharapkan terbit pada November atau Desember 2026. Bila terealisasi, ruas yang bisa dinikmati masyarakat bertambah menjadi sekitar 49,5 kilometer, dengan waktu tempuh Probolinggo–Besuki turun menjadi sekitar 1 jam 15 menit dan Probolinggo–Banyuwangi terpangkas menjadi sekitar 3 jam saat seluruh jaringan beroperasi penuh.

Perkembangan ini menegaskan bahwa koridor Tapal Kuda semakin terhubung dengan jaringan tol nasional, membuka peluang ekonomi, wisata, dan logistik yang lebih besar. Sebelum merencanakan perjalanan melalui ruas-ruas baru ini, biasakan menghitung estimasi biaya Anda lebih dulu menggunakan kalkulator cek tarif tol agar saldo kartu uang elektronik selalu cukup dan perjalanan berjalan tanpa hambatan.

Informasi Terkait

Sumber

  • ANTARA News
  • Sindonews (Ekbis)

Catatan: Artikel ini disusun dari rangkuman pemberitaan media dan dimaksudkan sebagai informasi. Status operasional dan besaran tarif ruas dapat berubah sewaktu-waktu; selalu merujuk pada pengumuman resmi Kementerian PU, BPJT, dan badan usaha jalan tol untuk kepastian terbaru.

Sponsored

← Kembali ke semua artikelCek tarif tol →
Iklan