Trase Tol Bukittinggi-Sicincin Diubah, Exit di Pasar Amor
Kabar terbaru datang dari proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di wilayah Sumatera Barat. Perencanaan Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi, bagian penting dari koridor Tol Padang–Pekanbaru, resmi mengalami perubahan trase. Berdasarkan pemberitaan yang dirilis pada Minggu, 13 September 2026, trase yang sebelumnya direncanakan melintasi Nagari Kubang Putih di Kabupaten Agam resmi dibatalkan. Sebagai gantinya, jalur baru disiapkan dengan exit (simpang susun) yang direncanakan di kawasan Pasar Amor.
Keputusan ini menutup polemik panjang yang sempat membuat proyek strategis senilai sekitar Rp29 triliun ini tertahan. Sebelumnya, warga Kubang Putih menolak trase awal karena dinilai berdampak besar pada permukiman, lahan produktif, hingga situs adat. Kini, setelah trase dialihkan, pemerintah optimistis proses administrasi dan pembebasan lahan bisa dituntaskan lebih cepat. Artikel ini mengulas detail perencanaan terbaru, kronologi pengalihan trase, profil proyek, serta dampaknya bagi perjalanan darat Padang–Bukittinggi–Pekanbaru.
Perencanaan Terbaru: Trase Berubah, Exit di Pasar Amor
Perubahan trase Tol Sicincin–Bukittinggi merupakan hasil kesepakatan antara pemerintah, instansi penegak hukum, dan pemerintah daerah. Setelah trase di Desa Kubang Putih dibatalkan, jalur baru kini tengah dipersiapkan bersama proses sosialisasi dan pembebasan lahan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). Salah satu poin utama dalam perencanaan terbaru adalah penempatan exit di kawasan Pasar Amor, yang akan menjadi titik keluar-masuk baru bagi pengguna jalan.
Harapan besar disematkan pada percepatan proses ini. Sebagaimana dikutip dari pemberitaan, perbandingannya cukup mencolok: “Kalau yang Padang–Sicincin prosesnya bertahun-tahun, kita berharap yang ini bisa diselesaikan dalam hitungan bulan. Tentu dengan dukungan semua pihak dan komunikasi yang baik dengan masyarakat.” Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kendala hukum dan sengketa lahan yang sempat menghambat proyek kini dianggap telah clear, sehingga target dimulainya pengerjaan fisik pada akhir tahun 2026 kembali digenggam erat.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pun menyatakan kesiapan mengawal percepatan pembangunan ruas ini. Dukungan mencakup proses sosialisasi kepada masyarakat hingga pendampingan pembebasan lahan. Dengan begitu, ruas yang menjadi kunci penyambung jaringan tol antara Sumatra Barat dan Riau diharapkan segera merealisasikan konstruksinya.
Mengapa Trase Kubang Putih Dibatalkan?
Keputusan mengalihkan trase tidak terjadi tanpa sebab. Pada Juli 2026, warga Nagari Kubang Putih, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam menyuarakan penolakan keras terhadap rencana jalur tol yang melintasi sebagian besar wilayah nagari. Penolakan ini bukan tanpa alasan: jalur tersebut diperkirakan berdampak pada ratusan rumah warga, dua musala, serta empat lokasi pandam pekuburan kaum yang harus dipindahkan. Yang lebih fundamental, jalur itu dinilai mengancam tanah ulayat yang menjadi identitas dan warisan budaya masyarakat Minangkabau.
Pengurus Kerapatan Adat Nagari (KAN) Kubang Putih menegaskan bahwa masyarakat sebenarnya tidak menolak pembangunan jalan tol. Namun, mereka meminta trase yang lebih minim dampak terhadap ruang hidup warga. “Kami tidak menolak tol. Tapi jangan korbankan ruang hidup anak kemenakan kami dengan trase yang destruktif seperti ini,” tegas perwakilan KAN saat itu.
Menanggapi hal tersebut, pemerintah menggelar rapat koordinasi di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat pada 14 Juli 2026. Hasilnya, trase yang semula melintasi Kubang Putih diubah ke jalur alternatif yang dinilai lebih sedikit membebani permukiman dan lahan produktif. Dengan kesepakatan ini, proyek kembali bisa berjalan tanpa persoalan hukum, termasuk soal ganti untung lahan yang diakui para bupati dan wali kota terkait tidak lagi menemui kendala berarti.
Sekilas Proyek Sicincin-Bukittinggi dan Terowongan Andalannya
Tol Sicincin–Bukittinggi merupakan Seksi 2 dari koridor Tol Padang–Pekanbaru yang membentang sekitar 244 kilometer lebih dan dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero). Seksi ini memiliki panjang sekitar 40 kilometer dan dibagi menjadi dua segmen, yaitu Sicincin/Kayu Tanam–Padang Panjang sepanjang 20,3 km dan Bukittinggi–Padang Panjang sepanjang 19,71 km. Seksi 1, yakni Tol Padang–Sicincin sepanjang 36,6 km, sudah lebih dulu beroperasi dan bertarif.
Salah satu daya tarik utama ruas ini adalah medannya yang menantang karena berada di kawasan perbukitan. Pada segmen Sicincin–Padang Panjang direncanakan dua terowongan dengan total panjang 5,85 kilometer — terowongan pertama 5,5 km dan terowongan kedua 0,35 km — yang bakal menjadi ikon baru transportasi Sumatera Barat. Kombinasi konstruksinya meliputi 4,45 km di atas permukaan tanah dan sekitar 10 km jembatan, sementara segmen Bukittinggi–Padang Panjang direncanakan 17 km di permukaan tanah dan 2,71 km jembatan. Ikon lain yang turut disiapkan adalah fly over Sitinjau Lauik yang masih dalam proses penyelesaian.
Bila seluruh seksi rampung, koridor Padang–Pekanbaru akan menjadi tulang punggung konektivitas barat Sumatra, melengkapi ruas yang telah beroperasi di sisi Riau seperti Tol Pekanbaru–Bangkinang–XIII Koto Kampar dan Tol Pekanbaru–Dumai (Permai).
Dampak bagi Perjalanan Padang-Bukittinggi-Pekanbaru
Rampungnya Tol Sicincin–Bukittinggi akan membawa perubahan besar bagi mobilitas di Sumatra Barat dan sekitarnya. Perjalanan darat dari Padang menuju Bukittinggi yang selama ini mengandalkan jalur arteri yang rawan macet dan longsor akan semakin singkat, aman, dan terprediksi. Pariwisata di dataran tinggi seperti Bukittinggi, Padang Panjang, hingga kawasan Lembah Anai akan semakin mudah diakses wisatawan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi daerah yang dilintasi.
Dari sisi logistik, tersambungnya koridor ini mempercepat distribusi barang antara pelabuhan Padang dengan kawasan Riau dan Sumatera bagian tengah yang selama ini menjadi salah satu jalur perdagangan utama. Secara makro, ini mendukung penguatan jaringan JTTS yang terus dibangun bertahap dari Lampung hingga Aceh. Bagi Anda yang sewaktu-waktu berkendara melintasi ruas JTTS, biasakan mengecek biaya perjalanan menggunakan kalkulator cek tarif tol agar saldo uang elektronik selalu cukup, misalnya saat melewati Tol Padang–Sicincin yang tarifnya sudah berlaku.
Kesimpulan
Perencanaan terbaru Tol Sicincin–Bukittinggi membawa kabar positif: trase yang sempat menuai penolakan di Kubang Putih resmi diganti, dengan exit baru direncanakan di Pasar Amor. Keputusan ini menjadi contoh nyata bahwa pembangunan infrastruktur bisa berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap nilai sosial dan budaya masyarakat setempat. Dengan proses administrasi dan pembebasan lahan yang diharapkan tuntas dalam hitungan bulan, pengerjaan fisik ruas senilai sekitar Rp29 triliun ini berpeluang dimulai pada akhir 2026.
Meski target operasi penuh masih menunggu penyelesaian konstruksi yang medannya tidak mudah — termasuk dua terowongan sepanjang total 5,85 km — setiap perkembangan proyek ini layak dinantikan karena akan menyambungkan koridor Padang–Pekanbaru secara utuh. Pantau terus pengumuman resmi dari Kementerian PU, BPJT, dan Hutama Karya untuk informasi akurat, dan gunakan kalkulator cek tarif tol untuk merencanakan perjalanan Anda di ruas-ruas yang telah beroperasi.
Informasi Terkait
- Tol Permai: Gerbang Penghubung Pekanbaru–Dumai
- Tarif Tol Banda Aceh–Sigli, Ujung Utara JTTS
- Perbandingan Tol Trans Jawa vs Trans Sumatera
Sumber
- Riau Pos (13 September 2026)
- Bisnis.com Sumatra (15 Juli 2026)
- ANTARA Sumbar (Februari 2026)



